Jemput 9 Paket Ganja, Petugas Lapas Perempuan Ternate Diciduk Polisi

Kapolres Ternate (Tengah), Kasat Narkoba (Kanan) dan Kasubag Humas (Kiri) saat menunjukkan Barang Bukti Narkoba Milik Petugas LPP Ternate (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Satu petugas Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) kelas III Ternate dengan inisial LS alias Ibnu (21) diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Ternate.

Ibnu diringkus karena menjemput 9 paket ganja kering yang dikirim dari Jakarta melalui salah satu jasa pengiriman JNE, di Kelurahan Stadion, Kecamatan Kota Ternate tengah pada, Senin (23/11/2020) sekitar pukul 13.00 Wit.

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada saat konfrensi pers di Mapolres Ternate, Senin (24/11/2020) mengatakan, terduga tersangka Ibnu ini, diamankan setelah menjemput 9 paket ganja kering dengan menggunakan dinas lengkap. 

Menurut Kapolres, penangkapan terhadap Ibnu yang dilakukan tersebut sesuai dengan No. Pol : Lp / 37 / XI / 2020 / Malut / Res Ternate. Tanggal 23 November 2020 dan SP: Sp. Sidik / 24 / XI / 2020 / Resnarkoba, tanggal 24 November 2020.

“Terduga tersangka ini diamankan karena ada laporan dari masyarakat yang masuk,” ungkap Kapolres.

Untuk paket kiriman ganja yang dijemput terduga tersangka itu lanjut Kapolres, selain berisi 9 paket ganja kering, dalam paket tersebut juga terisi 2 lembar baju untuk mengelabui petugas.

Kapolres juga menyatakan, sesuai dengan hasil pemeriksaan sementara, 9 paket ganja kering yang diamankan tersebut merupakan barang milik Bayu yang merupakan salah satu Nara Pidana (Napi) di Lapas Kelas IIA Jambula Ternate.

“Bayu saat ini sedang menjalani hukuman kurungan penjara di Lapas Klas IIA Ternate, paket kiriman ganja itu akan diamankan Ibnu di rumahnya dan nantinya orang kepercayaan dari Bayu yang akan mengambilnya,” tuturnya.

Kapolres bilang, saat ini terduga tersangka masih diamankan di Mapolres Ternate untuk dilakukan pengembangan lanjutan.

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada Memimpin Pers Release Pengungkapan Kasus Narkoba (Dok: RRI)

Dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan Pasal 114 ayat dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Kasus ini masih dalam pengambangan, dan untuk Bayu yang ada di dalam Lapas akan kita mintai keterangan karena sudah ada MoU antara kita dengan Lapas,” tegasnya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Lapas Perempuan kelas III Ternate, Nona Achmad mengaku baru mengatahui adanya penangkapan yang dilakukan Polisi terhadap salah satu petugasnya.

“Saya baru tau pasti tadi siang, dan dia memang benar pegawai kita,” ungkapnya.

Untuk proses lanjutan kata Nona, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak Polres Ternate dan saat ini pihaknya juga masih menunggu surat perintah penahanan untuk menindaklanjuti proses penghentian sementara sebagai PNS.

“Selanjutnya kita juga akan menunggu putusan pengadilan, dan setelah itu sudah ada baru kita lakukan BAP untuk hukuman disiplin,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00