Lagi, Satu ABK Asal Ternate Meninggal di Afrika Barat

Jenazah Almarhum Saat Diturunkan Dari Kapal (Foto:Istimewa)
Foto Almarhum dan Ilistrasi Kapal China

KBRN, Ternate: Riki Rivaldi Idris warga Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) dikabarkan meninggal dunia di Pantai Gading Afrika Barat, Minggu (17/5/220).

Riki Rivaldi Idris merupakan Anak Buah Kapal (ABK) di kapal ikan berbendera china yaitu kapal HARVER 352 yang melakukan aktivitas penangkapan ikan diwilayah Afrika Barat.

Keluarga almarhum melalui Penasehat Hukum (PH) Rido Fachry kepada RRI, Senin (18/5/2020) mengatakan, dari informasi yang diterima, almarhum diketahui meninggal di lautan saat kapal menuju di pelabuhan Pantai Gading untuk pembongkaran ikan.

Saat ini kata Ridho, pihaknya masih mencari data atau bukti sebab akibat meninggalnya almarhum.

“Kita masih mencari data atau bukti bahwasanya almarhum meninggal karena apa?,”katanya.

Dirinya mengaku, dari informasi yang diterima dari pihak keluarga terkait dengan informasi meninggal tersebut, pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan pihak perusahan perekrutan yang ada di Tegal Indonesia dan pihak perusahan membenarkan bahwa memang ada satu ABK asal Ternate yang meninggal dunia.

“Saya masih mencari tahu kontrak almarhum karena saya belum dapat dan meliahat almarhum masa kontraknya di perusahan tersebut berapa tahun," katanya.

Untuk proses lanjutan selaku PH kata dia, pihaknya akan melakukan koordinasi dan laporan pengaduan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Ketenaga Kerjaaan, Dirjen Perhubungan Laut (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga sampai pada Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Saya juga akan koordinasi langsung dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dakar Senegal sebab wilayah hukum KBRI Dakar Senegal sendiri sampai pada Pantai Gading, karena insiden ini mirip dengan insiden kasus meninggal Rian Bahri warga Rua di Abidjan Pantai Gading Afrika Barat,” jelasnya.

Menurutnya, informasi yang diterima dari Ridwan Airin salah satu ABK asal Rua Ternate Kecamatan Ternate Pulau yang kebrtulan satu kapal dengan almarhum melalui vidio call mengatakan bahwa, almarhum memang mengalami kesakitan dan sempat muntah.

“Almarhum lemah, kaki bengkak sehingga dibawa ke kamar dan selanjutnya almarhum meninggal dunia,” katanya.

Bahkan sebelum meninggal kata Rido, almarhum sempat menanyakan kepada Ridwan kapan kapal akan bersandar.

“Almarhum sempat tanya pada rekannya bahwa kita sudah sampai di pelabuhan atau belum, dan kapan kita sampai? Ridwan jawab masih lama,” tururnya seraya melanjutkan keterangan Ridwan.

Selain masih mencari tahu sebab akibat meninggalnya almarhum, pihaknya juga masih mencari tahu kontrak kerja almarhum di perusahan yang diurus oleh bapak Warsito.

“Kalau pak Warsito yang urus tentunya ini ada kaitan dengan dua perusahan yang memiliki satu payung hukum yakni PT. Delta Samudra Berjaya dan PT. Lakemba dan PT. Delta Samudra Berjaya.

“Saya masih cari tahu dulu almarhum kontrak di perusahan yang mana dari dua perusahan itu,” tegasnya.

Untuk jenazah almarhum kata Ridho, pihaknya sudah mendapat dokumen vidio dari pihak keluarga bahwa jenazah almarhum sudah diturunkan dari kapal.

“Harapan orang tua almarhum agar jenazah almarhum bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tanah air,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00