Siap Pindah, Kapolda: Secepatnya Saya Berkantor di Sofifi

Kapolda Maluku Utara, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Irjen (Pol) Risyapudin Nursin memastikan dalam waktu dekat pihaknya dan seluruh Pejabat Utama (PJU) akan melakukan aktivitas kantor di Polda Sofifi.

Hal ini disampaikan Kapolda, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin bersama Pejabat Utara (PJU) setelah melakukan peninjauan kondisi sarana dan prasarana Polda Malut yang ada di Kota Sofifi, Sabtu (13/8/2022).

Kapolda menyatakan, sejumlah fasilitas yang masih harus ditambah mulai dari fasilitas ruangan dan kebutuhan utama seperti air, listrik jaringan telkomionikasi dan kekurangan tersebut akan ditambah secara bertahap.

“Segala kekurangan yang ada ini dilihat agar jangan sampai hal yang sangat vital belum tergelar dan belum berada di tengah-tengah kita,” ungkapnya.

Baca juga: Pindah Ke Sofifi, Kapolda Tinjau Mako Polda Malut dan Rumah Dinas

Untuk personel kata Kapolda, akan dipindahkan secara bertahap mulai dari 50 persen karena masih keterbatasan ruangan.

“Secara langsung kita masih kekurangan ruangan karena masih digunakan untuk kegiatan SPN,” akunya.

Alasan kuat untuk aktivitas di Sofifi kata Kapolda, karena Sofifi menghubungkan empat Kabupaten baik Halmaher Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut), Halmahera Tangah (Hal;teng) dan halmahera Timur (Haltim) yang bisa terjangkau dan sangat membutuhkan kehadiran Polisi dalam kegiatan operasional.

“Kalau kita masih di Ternate semantara di Sofifi ada empat Kabupaten yang cukup besar dan cukup dekat untuk melakukan mobilisasi maka kita harus di Sofifi,” akunya.

Baca juga: Kapolda Wacanakan Berkantor di Sofifi, Ibu Kota Provinsi

“Yang pasti saya akan memberikan contoh dan itu akan diikuti oleh seluruh pejabat dengan membawa seluruh kendaraan yang ada baik itu motor, mobil hingga kendaraan taktis dari Ternate ke Sofifi,” tambahnya.

Kapolda mengaku, untuk kekurangan fasilitas terkait dengan perumahan anggota, pihaknya sudah menyurat ke Pemerintah Daerah (Pemda), terkait dengan kebutuhan fasilitas penunjang termasuk fasilitas umum.

“Tidak mudah kita untuk pindah kesini karena kebutuhan 2.500 personel yang harus kita siapkan sarana prasarana berupa perumahan serta fasilitas umum lain seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar