Pemdes Simau, Galela Larang Hewan Ternak Warga Berkeliaran

Ternak kambing milik warga yang berkeliaran diamankan di Kantor Desa. (Dok. Facebook Menjelajahi Samudra)

KBRN, Galela: Pemerintah Desa Simau, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara memberlakukan larangan hewan ternak berkeliaran sembarangan di lingkungan pemukiman warga.

Ini sesuai dengan instruksi yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 660/674 yang dikeluarkan Sekretariat Daerah Pemkab Halmahera Utara tentang Penertiban Ternak yang Berkeliaran berlaku sejak Senin (8/8/2022).

"Sejak Februari-Maret 2022 kami Pemdes telah menyampaikan kepada pemilik hewan ternak (sapi dan kambing), agar ternak mereka dikandangkan sehingga tidak berkeliaran," kata Kepala Desa Simau, Rajiman Sainur, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya larangan tersebut setelah pemdes bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda serta pemilik ternak melakukan musyawarah di Kantor Desa Simau. Tindaklanjut dari rapat itu, pemdes memberi surat edaran kepada pemilik ternak dan imbauan melalui masjid setempat.

"Ini dilakukan agar ternak tidak berkeliaran di jalan dan mencegah agar tidak merusak kebun dan lahan tani warga," terangnya.

Kades alumnus Universitas Khairun (Unkhair) Ternate ini mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah, ada sejumlah sanksi diberlakukan kepada pemilik ternak yang tak mengindahkan edaran tersebut. Ada denda berupa uang, hingga denda hewan ternaknya disita lalu dikandangkan pemdes.

Meski begitu, ia mengakui, kebijakan tersebut mendapat keberatan dari sejumlah pemilik ternak. Kebanyakan dari warga menurut dia, beralasan tak memiliki lahan yang cukup untuk membuat kandang ternak.

"Warga mengeluh, mereka susah dapat pakan ternak dan tak punya lahan untuk bangun kandang di samping rumah, makanya dibiarkan bebas berkeliaran," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar