Gubernur Malut Minta Tiga Hal Ini Diseriusi Pasca Pandemi Covid-19

Rakor Biro Ekonomi Setda Malut di Sofifi. (Foto: Biro Adpim)

KBRN, Sofifi: Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Maluku Utara (Malut) menggelar Rakor sinkronisasi dan evaluasi kebijakan pertanian, kelautan dan perikanan pasca pandemi Covid-19, di Sofifi, Rabu (6/7/2022). 

Dalam sambutan tertulis Gubernur, yang dibacakan Staf Ahli Abuhari Hamzah menyebutkan pandemi Covid-19 menyebabkan persoalan serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Tak hanya berdampak pada sisi kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial. Ganasnya Pandemi Covid menyebabkan Negara harus bekerja keras melakukan upaya penanggulangan terhadap wabah tersebut. 

“Dari semua sektor yang terdampak, ada tiga hal penting yang harus kita seriusi antara lain bidang pertanian, kehutanan dan kelautan dan perikanan,”tegas Gubernur 

Menurut Gubernur, untuk menghidupkan kembali tiga sektor pasca covid 19 tersebut maka dibutuhkan koordinasi, sinkronisasi dan evaluasi yang terukur melalui rakor seperti ini. 

Ia berharap ada intervensi dan inovasi terhadap masyarakat desa khususnya dalam pemanfaatan potensi sektor pertanian

Dari data yang diperoleh, Saat ini, Nilai Tukar Petani (NTP) terhitung pada bulan Oktober 2021 sebesar 105,01 atau naik 1,40 persen. Kenaikan NTP Oktober 2021 disumbang oleh kenaikan NTP pada tiga sub sektor pertanian, yaitu sub sektor tanaman pangan sebesar 0,06 persen, sub sektor hortikultura sebesar 1,70 persen, dan sub sektor Tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,67 persen.

Sementara, di bidang perikanan dapat diketahui bahwa pada tahun 2021, hasil tangkapan perikanan di Maluku Utara mencapai 350 ribu ton dan 210 ribu ton untuk perikanan budidaya, disamping itu ada 14 Pelabuhan Perikanan yang berada di Maluku Utara. 

“Nilai ekspor perikanan pada tahun 2021 Maluku Utara telah mencapai 3.203 juta dolar. Ini membuktikan bahwa potensi Perikanan di Maluku Utara sangat melimpah,”ungkapnya 

Kemudian, lanjut Gubernur skala nasional, nilai ekspor produk kehutanan secara akumulatif meningkat 70,33 persen, dimana pada kuartal kedua Tahun 2020 yaitu USD 2,59 juta, menjadi USD 4,41 juta pada kuartal kedua Tahun 2021. 

Sementara, produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada kuartal kedua Tahun 2020 yaitu 130 ribu ton, dan kuartal kedua tahun 2021 yaitu 192 ribu ton, secara akumulatif meningkat 47,60 persen.

Diketahui, kKegiatan ini dihadiri Kepala Biro Ekonomi Marwan Polisiri, Kepala Dinas Pertanian Malut Muhtar Husen, Kepala Bidang Tangkap DKP, serta pala Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar