4 Bahasa Daerah di Malut Direvitalisasi, Asrul: Pemda Segera Buatkan Regulasi

Penandatangan MoU bentuk komitmen mencegah kepunahan bahasa daerah Maluku Utara.(Foto: Yudi/RRI)

KBRN, Ternate- Kantor Bahasa Propinsi Maluku Utara dalam waktu dekat melaksanakan revitalisasi bahasa daerah maluku utara. 

Untuk tahun anggaran 2022 ini baru empat bahasa daerah yang di revitalisasi yaitu Bahasa Tobelo di Halut, bahasa Makian di Halsel, bahasa Ternate di kota Ternate dan bahasa Sula di Kepulauan Sula.

“Empat dari 18 bahasa daerah asli Maluku Utara ini yang akan segera direvitalisasi,”demikian di katakan Asisten II Setda Malut, Asrul Gailea, pada acara penutupan Rapat Koordinasi revitalisasi bahasa daerah Maluku Utara di Sahid Bela Hotel, Ternate, Selasa (5/7/2022) malam. 

Asrul mengatakan, revitalisasi akan terus dilakukan, hal ini dimaksudkan agar bahasa daerah tidak tergerus akibat arus urbanisasi, pertumbuhan penduduk, pertumbuhan industri, pemekaran wilayah yang bisa mengakibatkan punah bahasa daerah setempat. 

Di Malut misalnya, terdapat beberapa bahasa daerah hampir mengalami kepunahan misalnya bahasa bacan di halsel, bahasa ibo di jailolo selatan dan lain-lainnya. 

“Bila ini tidak segera di antisipasi maka kepunahan tidak dapat di elakkan lagi,”ujar Asrul

Dijelaskana, bahwa Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 9 Tahun 2009 Tentang pembinaan bahasa daerah secara teknis di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Untuk itu Asrul beharap agar semua pemerintah daerah kabupaten/kota segera membuat regulasi berupa peraturan daerah.

“Ini semata untuk melindungi kepunahan bahasa leluhurnya disertai dengan penyiapan pengganggaran guna implementasi pelaksanaan di lapangan,”pungkasnya 

Untuk diketahui bahwa pada penutupan rapat kordinasi ini juga disertai dengan penandatangan MoU antara kantor Bahasa Maluku Utara dengan Pemprov Malut, Pemda Kabupaten/kota, DPRD, serta unsur perwakilan adat, dan pemerhati bahasa daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar