KPT dan Aplikasi Jadi Syarat Pembelian Minyak Goreng Curah

Foto RRI

KBRN, Ternate: Pemerintah Kota (Pemkot)  Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)  bakal memantau dan mengawasi jalannya aturan baru pembelian minyak goreng  menggunakan KTP serta aplikasi Pedulili Lindungi.

Kepala Seksi Usaha Perdagangan dan Pendaftaran Usaha Disperindag Kota Ternate, Lakamisi, mengatakan ada aturan baru yang telah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan dan itu juga bakal berlaku di Kota Ternate.

“Sudah ada aturan yang baru, sekarang harus pakai aplikasi Peduli Lindungi  untuk setiap pembelian minyak goreng curah atau menunjukkan fotokopi KTP,” kata Lakamisi, Sabtu, (2/6/2022).

Memurutnya, Aturan yang dikeluarkan Pemerintah pusat tersebut bertujuan guna membatasi masyarakat agar membeli minyak goreng curah maksimal 10 kilogram per hari.

"Kami akan memastikan aturan ini bisa berjalan baik dan menuju ke ini semua kami akan mulai dari distributor hingga ke pengecer," ungkapnya.

Terkait sosialisasinya, kata dia, akan dimulai dari distributor. Sementara di Kota Ternate, distributor yang menjual minyak goreng curah hanya di Toko Manado dan Toko Jempol.

"Kedua distributor itu yang akan lebih dulu menerapkan aturan tersebut dan kemudian mensosialisasikannya ke pedagang pengecer," jelasnya.

Lakamisi bilang, pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi Peduli Lindungi dan NIK, pasti akan dikeluhkan masyarakat selaku konsumen.

“Pasti ada keluhan. Cuma kita belum tahu karena minyak goreng curah belum masuk di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate,” bebernya.

Pemkot Ternate kata dia juga pernah memberlakukan penjualan minyak goreng curah bersubsidi di Kota Ternate beberapa waktu lalu yang mengunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kemarin kami sudah tetapkan pembelian minyak goreng bagi warga, maksimal pembelian itu satu KTP hanya dapat 5 kilogram,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar