Ibu-ibu di Sula Ikuti Bimtek Industri Rumahan

Bimtek dan penyerahan bantuan bagi kelompok usaha perempuan di Sula.(Foto: Dok DPPPA)

KBRN, Sanana- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan Bimtek Industri Rumahan Bagi Kelompok Usaha Perempuan di Kepulauan Sula.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula M. Saleh Maradjabessy itu diikuti oleh Kelompok Industri Rumahan sebanyak 30 orang, bertempat di Aula Istana Daerah Sula, Sabtu (2/7/2022).

Pihak panitia mengahdirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan yakni Komisi IV DPRD Malut Abdul Malik Silia, Dinas Perindagkop Kabupaten Sula, BRI Cabang Kab Kepulauan Sula dan fasilitator pembuat kue. 

Bimtek itu bertujuan untuk membuka dan memperluas kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengembangkan potensi diri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Kepulauan Sula.

M. Saleh Maradjabessy  dalam sambutannya mengatakan bahwa diperlukan kemitraan dari semua pihak untuk kerjasama dalam mewujudkan kesejahteraan kaum perempuan dalam meningkatkan kualitas keluarga termasuk Industri Rumahan.

Menurut Wabup, kendala besar yang dihadapi kaum perempuan adalah permodalan, pemasaran, serta pola pikir dalam dunia usaha. Karena itu, diharapkan dengan kegiatan ini kedepan dapat terbentuknya rumah kemasan yang dapat memasarkan serta mempromosikan hasil industri rumahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula. 

Saat ini, Kepulauan Sula telah memiliki dua desa ramah perempuan dan peduli anak yang menjadi Role Mode yaitu Desa Kou Kecamatan Mangoli dan Desa Wailau Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

“Kedua desa tersebut telah di pilih oleh Kementrian PPPA RI dan telah di launching langsung oleh ibu mentri PPPA beberapa waktu lalu di Kota Tidore Kepulauan,”jelasnya 

Sementara, Kepala DPPPA Malut Hj. Musrifah Alhadar dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional adalah pembangunan sumberdaya manusia seutuhnya, baik laki-laki maupun perempuan pada berbagai segi kehidupan dalam pembangunan. 

Hal ini sebagaimana 5 arahan presiden kepada Mentri PPPA RI, yaitu; Pertama, Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Kedua; Peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak. Ketiga; Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat; Penurunan pekerja anak dan Kelima; Pencegahan perkawinan anak. 

"Perempuan dan laki-laki harus selalu mendapat akses yang sama, ikut berpartisipasi dan mempunyai kesempatan dalam pengambilan keputusan serta dapat menikmati manfaat pembangunan secara bersama- sama,”kata Musrifah Alhadar.

Musrifah berharap kedepannya peningkatan perhatian dan tanggungjawab pemerintah untuk mendukung program dan kegiatan dari kaum perempuan khususnya Industri Rumahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Salah satu cara mengatasinya dengan penggunaan anggaran dana desa (ADD/DD), hal tersebut karena sebelumnya sudah ada MoU antara Kementrian desa dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan,”ungkapnya 

Selain Bimtek, DPPPA Malut juga memberikan bantuan yang dititipkan oleh Komisi lV DPRD Provinsi Maluku  Abdul Malik Silia, berupa peralatan dapur untuk kelompok Usaha Rumahan di enam desa (6) desa yaitu, Desa Kou, Desa Wailau, Desa Pastina, Desa Falahu, Desa Mangon, Desa Waitulia. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar