Satu Jemaah Haji Maluku Utara Kembali Bergabung di Kloter 11

KBRN, Ternate : Satu dari Tiga jemaah Haji Maluku Utara Kloter 11 yang di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziah Mekkah telah sehat dan kembali bergabung dengan jemaah haji lainnya untuk melaksanakan ibadah.

Rasa syukur dengan kembali bergabung jemaah Marisam Binti Usman Sehe asal Kota Ternate yang sudah sehat dan dapat melaksanakan ibadah terutama keluarganya di tanah air.

Dokter Kloter 11 dokter Samsul Bahri didampingi Ketua Kloter 11 Azhar Soleman kepada rri.co.id Sabtu (2/7/2022) melalui saluran telepon dari Makkah mengatakan, mengatakan, jemaah atas nama Marisam Binti Usman Sehe asal Kota Ternate yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah kemarin pukul 17.00 WAS telah kembali ke hotel 202 Kloter 11 dan telah dinyatakan sehat.

”Dengan kembali bergabung bersama jemaah lainnya di kloter 11 Ibu Marisam Binti Usman yang sudah dinyatakan sehat dapat melaksanakan ibadah,” ungkap dr. Samsul Bahri.I

Jemaah Marisam Binti Usman Sehe asal Kota Ternate kata dr. Samsul Bahri dirawat akibat mabuk penerbangan dan muntah kemudian mengidap sakit maag harus sehingga menjalani perawatan.

Hingga kini satu jemaah kloter 11 atas nama Arifuddin Raja Hindi asal Kabupaten Pulau Morotai juga masih dirawat di KKHI karena menderita sesak napas yang juga memiliki sakit bawaan dan saat penerbangan juga sempat sesak dipasang oksigen di pesawat. Saat ini juga sudah membaik hanya saja kondisinya untuk aktivitas masih perlu beristirahat sehingga masih ditahan di KKHI. Jika jemaah dalam beberapa hari ke depan yang sakit dan belum baik, maka akan disafari wukufkan dan untuk jemaah yang memiliki resiko tinggi pada kloter 11 sementara tetap terpantau baik.

Sementara satu jemaah Esa Buba Mahmud asal Halmahera Barat harus dirujuk ke Rumah Sakit An-Nuur Makkah karena mengalami gangguan pada saluran pernapasan.

Kondisi di Makkah saat suhu udara pada siang hari mencapai 37 derajat dan kalau pagi hari mencapai 32 derajat sehingga ikut berpengaruh terhadap kondisi jemaah haji, karena itu tetap dianjurkan agar jemaah untuk ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat hendaknya dilakukan pada waktu Subuh atau Magrib.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar