Pemprov Malut Dorong Gita New Port Dengan Skema KPBU

Kadishub Malut, Armyn Zakaria.(Foto: Dok Armyn)

KBRN, Sofifi: Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui Dinas Perhubungan akan mendorong Gita New Port dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU. 

“Kalau disetujui Kemenhub, kita minta Pelabuhan Gita atau Gita New Port akan didorong dengan skema KPBU sehingga targetnya dua tahun sudah bisa selesai, jika dimulai tahun 2023,”ujar Kadishub Malut, Armyn Zakaria kepada rri.co.id, Jumat (27/5/2022).

Skema KPBU dinilai lebih efektif dan efisien, sebab APBD induk masih harus membiayai program strategis pemerintah daerah lainnya.

Menurut Armyn, semua infrastruktur akan dibangun oleh pihak investor baik sisi laut maupun darat, dari dermaga sampai fasilitas terminal, perkantoran dan fasilitas penunjang pelabuhan lainnya.

Pelabuhan Gita diproyeksikan sebagai pelabuhan regional maupun nasional untuk pusat logistik dan kontainer, sekaligus sebagai pelabuhan utama di Maluku Utara yang modern dan terintegrasi dengab kawasan-kawasan industri, perikanan, perkebunan dan pertanian.

“Nanti studi kelayakan (FS) dan desain, serta masterplannya di rancang dan dibuat oleh badan usaha kita cuma siapkan lahannya saja,”kata Armyn

Meski begitu, pihaknya butuh dukungan dan persetujuan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenhub RI, sehingga pembagian porsi tanggung jwabnya jelas.

“Misalnya pemda siapkan lahan dan pendukung lainnya. salah satunya seperti itu,”jelasnya 

Mantan juru bicara Pemprov Malut ini menuturkan, saat ini lahan pelabuhan Gita yang eksisting seluas 2,5 heltar, dan tahun ini dilakukan pembebasan oleh Pemprov seluas 2,5 hektar.

“Jadi nanti total 5 hektar, tapi dalam rencana induk untuk pengembangan kedepan di butuhkan lahan kurang lebih 10 sampai 20 hektar,”pungkasnya 

Seerti diberitakan sebelumnya, Gubernur Kh. Abdul Gani Kasuba menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rangka membahas skema pembiayaan pembangunan infrastruktur perhubungan di Maluku Utara, salah satunya skema KPBU.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar