Pesan Sekprov Malut Kepada Pendamping Desa: Dampingi Secara Totalitas

Sekprov Malut, Drs. Samsuddin A Kadir saat berikan sambutan di Rakor Pendamping Desa.(Foto: Yudi/RRI)

KBRN, Ternate: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (PDTT) menggelar koordinasi Penguatan Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di provinsi Maluku Utara, bertempat di Sahid Bela Hotel Ternate, Kamis (26/6/2022).

Rakor yang dihadiri oleh 100 fasilitator Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), dan Pendamping Desa se-Malut ini dibuka langsung Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid. 

Pantauan RRI, tampak hadir Sekretaris Daerah Drs. Samsuddi A Kadir, Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman, Dirjen PPDT Ir.Eko Srihayanto.

Dalam sambutannya, Sekprov Malut menyampaikan bahwa pendampingan desa merupakan sebuah jabatan di bawah Kementerian desa PDTT yang dibentuk berdasarkan Undang-undang desa yang penting untuk meningkatkan keberdayaan desa.

Menurutnya, sebagai pendamping desa, setiap orang melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program dan anggaran yang dikucurkan melalui kementerian desa.

“Pendamping desa dalam pelaksanaan fasilitasi dan pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus secara totalitas,”pintanya 

Dikatakan, desa-desa yang telah memperoleh dana desa beberapa tahun ini telah berhasil digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur di desa seperti jalan desa, irigasi, Embung, pasar desa, jembatan, fasilitas air bersih, saluran, sumur serta infrastruktur lainnya.

Pembangunan yang sudah beragam, kata Samsuddin tentu saja berkelanjutan sehingga dibutuhkan tenaga pendamping yang profesional dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran pembangunan desa.

“Kepada seluruh pendamping desa harus benar-benar berada di desa dalam melakukan tugas pendampingan,”tegasnya 

Mantan Pj. Bupati Pulau Morotai ini berujar, sasaran pembangunan saat ini lebih diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat karena meningkatkan SDM yang sangat penting. Oleh karena itu dengan adanya pendamping desa diharapkan dapat memunculkan potensi dan inovasi di desa-desa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.

Jangan lupa, Sekprov menyampaikan periode kedua AGK-YA ini mengusung visi SEJAHTERA yaitu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik, terwujudnya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkualitas.

“Tentu untuk semua, melalui pemanfaatan Sumber daya alam secara berkelanjutan yang bertumpu pada sumber daya maritim (sektor kelautan dan pariwisata), pertanian, perkebunan dan industri pertambangan,” tandasnya 

“Semoga visi dan misi besar ini dapat terwujud melalui aksi pembangunan yang tepat sasaran,”pungkasnya 

Sementara itu, Sekjen Kemendes dalam sambutannya mengatakan, perubahan dalam organisasi dan tata kerja kementerian, yang disertai dengan perubahan tata kelola pendampingan, memerlukan koordinasi di tingkat TPP, agar-proses fasilitasi dan pendampingan masyarakat desa tetap berkelanjutan. 

“fokus pendampingan juga perlu ditegaskan kembali yang salah satunya dan utama adalah upaya pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) Desa, yang selanjutnya disebut SDGs Desa,”jelasnya 

SDGs Desa lanjut Taufik, bertujuan untuk mewujudkan Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa jaminan, Desa sehat dan sejahtera, Pendidikan Desa berkualitas,keterlibatan perempuan Desa, Desa layak air bersih dan sanitasi, Desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi Desa merata.

Kemudian, infrastruktur dan inovasi Desa sesuai kebutuhan, Desa tanpa tanggung,kawasan menjalankan Desa aman dan nyaman, konsumsi dan produksi Desa sadar lingkungan.

Serta Desa tanggap perubahan iklim,Desa peduli lingkungan laut, Desa peduli lingkungan darat, Desa damai berkeadilan, kemitraan untuk Pembangunan Desa, dan kelembagaan desa dinamis dan budaya Desa adaptif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar