Proyek Perubahan Esa Moi Pariwisata Kota Pusaka Terus Dimatangkan, Tim Eksternal Terbentuk

KBRN, Ternate: Reformer Pendidikan Kepemimpinan Tingkat (PKN) tingkat II, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Halmahera Barat Fenny Kiat, terus mematangkan proyek perubahannya.

Proper dengan tema Esa Moi Pariwisata Kota Pusaka ini sudah dibentuk tim eksternal, yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion pada Rabu (25/5/2022) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Ternate. 

Dalam FGD tersebut, turut hadir Tim Eksternal bersama para stakeholder pentahelix yang terdiri dari perwakilan Pemkab Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, Akademisi, Komunitas Promotor Pariwisata, Asosiasi Pariwisata, Media, UPBU ( Unit Penyelenggara Bandar Udara ) Sultan Babullah dan Kantor Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Isu sentral yang dibahas dalam pertemuan ini yaitu pembahasan MoU Kerjasama tiga Kota Pusaka, dan pembentukan tim eksternal yang melibatkan pihak di luar Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Halmahera Barat.

Ketua Tim Internal Haris Atid yang juga Kabid Pengembagan Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Halbar menjelaskan bahwa Esamoi hadir sebagai instrument dan langkah strategis kolaborasi antar kota kabupaten dalam rangka pemajuan pariwisata. 

Pariwisata merupakan salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah dari pusat hingga ke daerah. 

“Efek berganda yang dihasilkan dari pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan PAD daerah,”ungkap Haris dalam keterangan tertulis kepada RRI, Kamis (26/5/2022).

Sekretaris Daerah Drs. M. Syahril Abdurradjak selaku mentor menyebutkan bahwa tiga daerah ini harus menghilangkan ego daerah dalam rangka kolaborasi program guna kemajuan Bersama. 

Dikatakan, Ternate sebagai pintu masuk menjadi garda bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan. 

“Ketiga kota pusaka ini memiliki potensi dan keunikan yang dapat dikembangkan untuk menjadi wisata tematik. semoga kedepannya hadir juga Esa Moi di bidang lainnya,”imbuhnya 

Sementara, arahan Gubernur Malut yang diwakili oleh Assiten III Setda Asrul Gailea menyatakan bahwa proyek perubahan ini sangat membantu program Pemprov.

“sebab sudah mengintegrasikan tiga kota pusaka sehingga kedepannya bisa berkolaborasi guna pengembangan berkelanjutan,”jelasnya 

Selaku tuan rumah, Kepala Perwakilan BU Malut, R. Eko Adi Irianto mengapresiasi Proyek perubahan ini karena merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan ekonomi di wilayah Maluku Utara. 

“Kolaborasi pentahelix merupakan keharusan yang jika bisa terus dijalankan maka kemajuan pariwisata di Maluku Utara bisa mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang jasa dan pariwisata serta ekonomi kreatif,”tandasnya 

Diakhir acara dibentuk Tim Eksternal ESA MOI yang melibatkan pihak di luar Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Halmahera Barat, Maulana Ibrahim (unsur Akademisi) terpilih sebagai ketua, Wakil Sofyan Ansar (GenPi Malut) dan Sekretarus Betly Taghulihi (Akademisi). 

Tim ini menjadi harapan penting bagi keberlanjutan proyek perubahan ini, sebab mereka adalah penggiat pariwisata yang akan membantu mempromosikan instrument ESA MOI secara berkelanjutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar