Menteri Bintang Puspayoga Launching DRPPA, Pemprov Malut Komitmen Mewujudkan

Peluncuran DRPPA Provinsi Maluku Utara di Tidore.(Foto: Yudi/RRI)
Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga saat memberikan sambutan.(Foto: Yudi/RRI)
Menteri Bintang Puspayoga menandatangani prasasti Pulau Maitara Bebas Pornografi Anak.(Foto: Yudi/RRI)

KBRN, TIDORE: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaunching Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Provinsi Maluku Utara di Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepuluan, Kamis (19/5/2022).

Peluncuran itu ditandai dengan Tada Bambu oleh Menteri dan jajarannya, Wakil Gubernur M. Al Yasin Ali, Ketua TP PKK Malut, Hj. Faoniah Djaohar Kasuba, Wali Kota Tidore Capt. Ali Ibrahim.

Kemudian, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Wakil Bupati Halsel Bassam Kasuba, Wakil Bupati Halbar Jufri, Ketua DWP Malut Darmawati Samsuddin, dan Kadis PPPA Malut Musrifah Alhadar. 

Dalam sambutannya, Bintang Puspayoga mengaku bahagia melihat semangat anak-anak serta masyarakat Kota Tidore saat pertama kali ke wilayah tersebut.

Kehadiran pemangku kepentingan dan masyarakat dalam acara tersebut merupakan bentuk komitmen.

“Saya yakin dan percaya hari ini kita launching yang namanya DRPPA mudah-mudahan tidak hanya seremonial tapi bagaimana kita bisa implementasikan di lapangan untuk menjadikan model yang tentunya bisa direplikasi di kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara,”ujar Menteri Bintang Puspayoga 

DRPPA sendiri diinisiasi oleh KemenPPPA sejak tahun 2021, dan itu baru 10 model, kemudian di tahun 2022 model itu dikembangkan di 33 Provinsi 66 kabupaten/kota dan 142 desa.

Meski begitu, ada juga di beberapa daerah dengan semangat kepala daerahnya membuat daerah ramah perempuan dan peduli anak secara mandiri.

“yang artinya desa, kota, dan kabupaten yang menginisiasi desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak,”jelasnya 

Bintang menjelaskan, DRPPA ini ada sepuluh indikator yang harus diintervensi, selain dari lima arahan Presiden RI Joko Widodo kepada KemenPPPA, yaitu:

  1. Pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan yang berperspektif gender.
  2. Peran ibu dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
  3. Penurunan angka kekerasan perempuan dan anak.
  4. Penurunan pekerja anak.
  5. Pencegahan perkawinan anak.

Disamping itu, lanjut Bintang, partisipasi perempuan di desa harus ditingkatkan, apakah melalui pembentukan kelompok-kelompok pemberdayaan perempuan, kemudian sejak tahun 2016 KemenPPA sudah membentuk forum anak.

Ia menambahkan, di Indonesia Forum Anak sudah terbentuk di 34 Provinsi, 458 kabupaten/kota, 2.600-an di tingkat kecamatan dan desa.

“Untuk mewujudkan DRPPA salah satu indikatornya adalah bagaimana terbentuknya forum anak,”pungkasnya 

Sementara, Wakil Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, dalam RPJMD Maluku Utara, strategi arah pembangunan pada visi lima yakni memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berkeadilan. Maka sasarannya adalah meningkatkan peran dan pemberdayaan dalam pembangunan daerah. 

“Strateginya adalah bagaimana kualitas hidup dan peran perempuan di berbagai bidang, peran pembangunan di bidang politik, serta urusan kesetaraan gender, termasuk mengakhiri kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah,”ungkap Wagub

Bahkan, Wagub menegaskan, sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah, pihaknya akan terus membangun komitmen dengan para bupati dan wali kota se-Maluku Utara untuk mewujudkan DRPPA. 

Selain peluncuran DRPPA, juga diagendakan Dialog Interaktif " Menggapai Bintang Wujudkan Impian Anak Pulau", Pembacaan Ikrar Komitmen Bersama DRPPA Oleh Kepala Desa, Penandatanganan Ikrar Komitmen, Penandatanganan Prasasti Pulau Maitara Bebas Pornografi Anak, dan Pengukuhan Satgas PATBM, Aktivis PUSPAGA, dan PISA Kota Tidore Kepulauan.

Setelah itu, Menteri dan Rombongan meninjau Pusat Industri Kecil dan Menengah di Kota Tidore Kepualauan. 

Pantauan RRI dilokasi, tampak hadir Sekretaris Daerah Malut Drs. Samsuddin A Kadir, Wakil Bupati Djufri Muhammad, Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Senen, Sekkot Tidore Ismail Dukomalamo serta jajan pimpina OPD lingkup Pemkot Tikep, Forum Anak, serta perwakilan Kepala Desa, dan kelompok ibu-ibu tangguh.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar