Ternate Darurat Penggunaan Lem Eha-Bond, Ini Kata Nurlaela Syarif

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif (Foto: istimewa)

KBRN, Ternate: Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Nurlaela Syarif menyatakan, Kota Ternate saat ini sudah darurat dalam penggunaan lem eha-bond.

Hal ini berkaitan dengan beberapa hari kemarin sering kedapatan anak usia remaja yang menghisap lem dan telah diamankan pihak Satpol PP Kota Ternate.

Nurlaela mengatakan, pihaknya bersama BNN Maluku Utara telah melakukan kajian terhadap lem eha-bond apakah masuk dalam zat adiktif lainnya atau tidak, dan ternyata terbukti bahwa lem eha-bond ada kandungan salah satu bahan narkotika kelas 1 yang cukup berbahaya.

“Selama mereka masih menggunakan lem eha-bond sesuai peruntukannya maka itu tidak akan membahayakan, tetapi fenomenanya sudah disalah gunakan dan ini marak terjadi dalam konteks perlindungan anak dari keluarga,” jelas Nella sapaannya kepada RRI, Rabu (18/5/22).

Menurut Nella, respon dari Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman terkait permintaan beberapa elemen yang peduli termasuk Talas Center anti narkoba guna berkordinasi dengan BNN Maluku Utara sudah cenderung baik, untuk menyiapkan pendidikan vokasi untuk remaja pengguna lem eha-bond.

“Pertanyaannya kenapa Satpol PP cukup giat dalam mengamankan anak usia remaja yang menggunakan lem eha-bond. Jika ada yang berpikir ini tugasnya Satpol PP saja maka hal ini tidak akan pernah selesai, tetapi tugas ini menjadi tugas bersama karena Satpol PP mungkin hanya menemukan di satu dua titik saja, tapi ternyata dibeberapa lokasi masih ada yang menggunakan lem eha-bond yang tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Komisi III berharap, lanjut Nella, adanya dukungan dari semua pihak hingga Rt/Rw dan warga sekitar lingkungan yang mengetahui tempat kumpul para remaja yang sangat mencurigakan untuk melapor kepihak berwajib, sehingga darurat penggunaan lem eha-bond di Kota Ternate dapat teratasi hingga selesai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar