Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Bisa Dorong Perekonomian Masyarakat

Penutupan Bimtek Pengembangan Perpustakaan di Malut.(Foto: Dok Disarpus Malut)

KBRN, TERNATE: Perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi proyek strategi nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Maluku Utara (Malut). 

Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan.

Kemudian, menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia (HAM).

Program penting tersebut, Perpusnas kemudian menggelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mentransformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Acara tersebut berlangsung sejak 9-13 Mei 2022 di Sahid Bela Hotel, Ternate, yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut, Suhaili Abbas, dan ditutup oleh Drs. Renus Siboro, Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional RI. 

Dalam sambutannya Renus menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang merupakan perwakilan dari dinas maupun pemerintah desa sebagai pelopor pengembangan perpustakaan di daerah dan di desa khususnya.

“Perpustakaan sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, baik dalam meningkatkan ekonomi,”ujar Drs. Renus Siboro, sebelum ditutup secara resmi acar terebut 

Ia mengilustrasikan, jika uang 1 miliar ditanam dalam kegiatan inklusi sosial itu akan menghasilkan 1,5 persen dampak dari kegiatan tersebut.

Untuk itu, kata Resnus seyogyanya program Perpustakaan berbasis inklusi sosial agar ada akselerasi peningkatan sumber daya manusia.

“Bisa kita bayangkan sekitar 83 ribu lebih desa di Indonesia, kalau kita bisa stimulus ekonomi 1,5 persen saya rasa negara kita akan lebih cepat maju,”ungkapnya

Sementara itu, Sekretaris Disarpus Malut, Suhaili Abbas berharap agar para peserta Bimtek dapat mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh dalam Bimtek tersebut.

"Kami dari dinas tentu akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota bahkan pemerintah desa untuk mensukseskan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Maluku Utara,"imbuhnya 

Sebagai informasi, peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari Kota Ternate 4 orang, Kota Tidore 4 orang, Halmahera Tengah empat orang, dan Kepulauan Sula empat orang. Mereka merupakan perwakilan dari Disarpus kabupaten/kota.

Selain itu, panitia juga mengundang perwakilan desa dari Halmahera tengah yaitu Desa Nurweda 3 orang, Desa Loleo 3 orang, dan Desa Air Salobar 3 orang.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar