Pembayaran Santunan Korban Kecelakaan di 2021 Meningkat Rp5,5 Miliar

Kepala Jasaraharja Malut, M. Nurul Subekti (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: PT. Jasa Raharja Maluku Utara (Malut) mencatat pembayaran santunan korban angkutan jalan maupun kapal laut di wilayah Malut selama periode Januari hingga Desember 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan klaim pembayaran periode 2020 lalu. 

Kepala perwakilan Malut, M. Nurul Subekti saat dikonfirmasi RRI diruang kerjanya, Rabu (19/1/2022) menyatakan, pembayaran klaim korban di tahun 2020 senilai Rp4.359.227.079 sementara di tahun 2021 meningkat menjadi Rp5.538.922.590.

“Pembayaran tahun 2021 kemarin itu naik senilai Rp1,2 miliar lebih jika dibandingkan dengan pembayaran tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Subekti merincikan, pembayaran klaim di 2020 untuk korban meninggal dunia tercatat sebanyak 76 orang dengan total santunan yang dibayarkan kepada alih waris senilai Rp3.800.000.00, sementara di tahun 2021 naik menjadi 87 orang dengan nilai santunan yang terbayarkan ke alih waris senilai Rp4.550.000.00.

Sementara untuk korban luka-luka di tahun 2020 yang tercatat sebanyak 80 orang dengan jumlah santunan senilai Rp.492.812.511, sementara di tahun 2021 korban luka-luka juga mengalami kenaikan menjadi 94 orang dengan jumlah santunan senilai Ro.799.893.706.

“Untuk biaya penguburan di tahun 2020 tidak ada sementara di tahun 2021 kemarin yang tercatat di kita sebanyak 1 orang dengan klaim senilai Rp4000.000,” katanya.

Subekti dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, pembayaran santunan di periode 2021 tersebut paling banyak terjadi di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Halmahera Selatan.

“Kalau yang lain-lain itu bukan tidak ada, ada namun angkanya masih kecil dibandingkan dengan tiga wilayah tadi,” akunya.

Dari jumlah korban yang mendapat santunan di Jasa Raharja ini paling dominan adalah berjenis kelamin laki-laki yang berprofesi sebagai petani, wiraswasta dan tidak bekerja hingga pelajar.

Subekti bilang, dari jumlah korban yang menerima santunan pembayaran Jasa Raharja tersebut 7 diantaranya merupakan korban dari kecelakaan angkutan kapal laut baik di wilayah perairan Kabupaten Halmahera Selatan hingga di perairan Kabupaten Kepulauan Sula.

“Khusus laka laut itu ada 7 orang, 3 diantaranya meninggal dunia dan 4 orang lainnya luka-luka,” ujarnya.

Kepada warga masyarakat di Malut dirinya berharap untuk lebih barhati-hati melakukan aktivitas baik berkendara di jalan raya maupun bepergian menggunakan transportasi laut.

“Tahun ini kita harap agar lebih waspada, supaya angka kecelakaan baik di darat maupun di laut bisa ditekan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar