Terjaring Razia, Sekolah Diminta Lakukan Pembinaan Terhadap Siswa

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif

KBRN Ternate: Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate sangat menyayangkan perilaku salah satu hotel di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah yang membiarkan siswa bermain biliard saat masih jam belajar di sekolah.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif saat konfirmasi RRI, menanggapi penggerebekan 16 siswa disalah satu hotel saat bermain biliard oleh Satpol PP Kota Ternate, Senin (17/1/22).

Nurlela mengatakan, seharusnya pihak hotel menegur dan jangan memberikan izin kepada siswa tersebut saat masih belajar di sekolah.

"Kalau melihat siswa yang datang dan menggunakan fasilitas hotel selain tamu jangan memberikan izin kepada anak-anak tersebut untuk melakukan aktivitas disitu, paling tidak memberikan nasehat dan sampaikan permohonan maaf tidak menerima layanan untuk anak-anak diusia sekolah saat jam belajar di sekolah. Alangkah lebih baik mereka didampingi orangtua atau dengan keluarga", ujar Nella sapaannya.

Menurut Nella, kalau dibiarkan oleh pihak hotel itu sangat disayangkan, karena sudah tahu ada siswa yang menggunakan seragam sekolah tapi bisa diijinkan untuk melakukan aktivitas di hotel itu.

Selain itu lanjut Nella, pihak sekolah juga harus memberikan sanksi terhadap siswa tersebut dalam bentuk pembinaan.

"Paling tidak pihak sekolah harus meminta klarifikasi kepada anak-anak tersebut dalam bentuk pembinaan, seperti apa motivasi mereka datang ditempat itu apakah mereka check in di hotel atau tidak, apakah mereka hanya sekedar bermain billiard di jam sekolah. Hal itu harus ada teguran ataupun sanksi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dalam bentuk pembinaan bukan dalam sanksi yang lain-lain, karena ini masih dalam hal perlindungan terhadap anak", jelasnya.

Nella bilang, Komisi III hanya bisa menyampaikan permasalahan ini kepada Dinas Pendidikan. Sementara untuk pihak hotel yang bisa memberikan teguran itu ada pada Komisi I atau Komisi III, apakah aktivitas perizinan hotel itu perlu ditinjau kembali atau tidak, karena sudah terbukti membiarkan dan tidak ada rasa tanggung jawab sosial terhadap perlindungan anak di Kota Ternate.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar