BMKG Warning Wilayah Maluku Utara Gelombang Tinggi Mencapai Lebih Dari 2,5 Meter

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate Setiawan Sri Raharjo (dok.RRI)

KBRN, Ternate : Gelombang tinggi mencapai 2 meter lebih masih berpotensi terjadi hampir diseluruh wilayah Maluku Utara akibat masih adanya hujan yang disertai angin kencang serta petir.

Kondisi demikian BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate telah mengeluarkan Warning atau peringatan dini dalam dua sampai tga hari ke depan harus waspada dan berhati-hati terhadap perusahaan pelayaran dan speed boat juga nelayan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate melalui Kepala Seksi Data dan Informasi Setiawan Sri Raharjo kepada RRI Senin (17/1/2022) mengatakan, tinggi gelombang di Wilayah Maluku Utara dipengaruhi adanya tarikan masa udara ke wilayah Selatan sehingga kecepatan angin meningkat dan diberikan peringatan dini.

”Dalam beberapa hari ke depan di prediksi masih akan terjadi kondisi gelombang tinggi hampir di seluruh Wilayah di Maluku Utara, sehingga pelaku pelayanan agar berhati-hati dan dapat meningkatkan kewaspadaan,” ungkap Setiawan Sri Raharjo yang disapa Wawan.

Untuk beberapa perairan di wilayah Maluku Utara kata Setiawan Sri Raharjo, seperti Morotai mencapai 3 sampai 4 meter sementara untuk Ternate Batang Dua tinggi 2,5 meter juga di wilayah Kepulauan Sula mencapai diatas dua meter dan masuk kategori waspada.

Menyinggung mengenai kecepatan angin di darat mencapai 20 knot atau 38 kilometer perjam dan untuk lautan yang tidak ada hambatan kecepatan angin mencapai 30 sampai 35 knot atau 60 kilometer perjam.

Perusahaan pelayaran maupun speed boat serta transortasi laut lainnya diminta untuk selalu berhati-hati dalam berlayar dan jika tidak memungkinkan dapat menunda keberangkatan.

 Begitu pula dengan pengguna jasa transportasi laut jika akan berangkat kondisi tidak memungkinkan jangan memaksakan diri untuk berangkat tetapi dapat menunda keberangkatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar