Halmahera Utara kembali Diguncang Dua Kali Gempa Bumi Tektonik Susulan

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Andri Wujaya Bidang (duduk) bersama staf saat melakukan pemasangan peralatan pencatat gempa di desa Kusuri (Dok.BMKG)
Peralatan Pencatat Gempa yang dipasang di Desa Kusuri Tobelo Barat (Dok.BMKG)

KBRN, Ternate : Gempa Bumi Tektonik kembali dua kali mengguncang Kabupaten Halmahera Utara Rabu (12/1/2022) dalam waktu yang berbeda hanya sekitar 11 menit yaitu pada pukul 22.46 wit dan 22.57 wit.

Gempa yang terjadi pukul 22.46 dengan magnitude 2,7 pada lokasi 1.49 Lintang Utara, 127.86 Bujur Timur 30 km Barat Daya Tobelo kedalaman 6 km dan gempa kedua yang terjadi pukul 22.57 wit magnitude 3,1 lokasi 1.51 Lintang Utara 12.85 Bujur Timur 2 km Barat Daya Tobelo kedalam 3 km.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Ternate Andri Wijaya Bidang yang berada di Desa Kusuri Kao Barat saat dihubungi RRI lewat Telpon usai gempa mengatakan, gempa yang terjadi masih merupakan gempa dangkal yang diakibatkan aktivitas patahan sesar lokal.

”Saat terjadi gempa masyarakat di desa Kusuri sempat keluar rumah dan saat ini masyarakat ada sebagian masih berada di luar rumah dengan menggunakan tenda,” ungkap Andri Wijaya Bidang.

Gempa yang terjadi dua kali tersebut kata Andri Wijaya Bidang masih terjadi antara Desa Kusuri dan desa Wangongira yang masih merupakan gempa susulan dari gempa yang terjadi pada tanggal 8 Januari 2022 lalu hingga kini masih terus terjadi.dan tidak berpotensi tsunami.

Di Desa Kusuri BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate memasang alat pencatat gempa sehingga saat terjadi gempa selalu tercatat di peralatan yang terpasang tersebut.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggungjwabkan kebenarannya. selain itu masyarakat agar dapat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Sampai berita iini dipublish belum diterima adanya kerusakan ataupun korban jiwa akibat dua kali terjadi gempa susulan tersebut dan hingga kini sudah terjadi 101 gempa susulan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar