Hadapi Nataru, KSOP Ternate Uji Kelayakan 10 Kapal Penumpang

Kepala KSOP Kelas II Ternate, Agustinus. Foto: Dhavi Baba/RRI.

KBRN, Ternate: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate telah melaksanakan uji petik pada sejumlah kapal penumpang yang melayari perairan Maluku Utara maupun pelayaran antarprovinsi.

Kapal tersebut ialah, KM Sumber Raya 04, KM Al Sudais 21, KM Holly Marry, KM Barcelona 1, KM Permata Obi, KM Uki Raya 23, KM Simba 1, KM Geovani, dan KM Mutiara Ferindo III, serta kapal cepat Trans JB.

Uji petik ini berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI Nomor: IR.1/DJPL/2021 tentang Pengendalian Transportasi Laut Pada Masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 tanggal 18 Oktober 2021.

"KSOP Ternate sudah melaksanakan uji petik pada 10 kapal dari tanggal 13 Oktober hingga 13 November 2021 kemarin. Ini dilakukan sebagai upaya mengetahui kelaiklautan kapal menghadapi lonjakan penumpang saat Natal dan tahun baru (Nataru)," kata Kepala KSOP Kelas II Ternate, Agustinus kepada RRI Senin (29/11/2021).

Uji petik merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada saat libur panjang dengan pemeriksaan sertifikat dan dokumen di atas kapal, pemeriksaan di bidang status hukum kapal, keselamatan kapal, manajemen keselamatan kapal, pencegahan pencemaran dan pengawakan kapal.

"Dirjen Hubla telah menginstruksikan kepada UPT Kesyahbandaran seluruh Indonesia untuk melakukan pengendalian transportasi laut pada masa Natal 2021 dan tahun baru 2022. Dan hasil uji petik kapal-kapal ini sudah kami laporkan ke Dirjen Hubla" jelas Agustinus.

Disentil terkait pembatasan jumlah penumpang saat periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 serentak se-Indonesia pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, kata Agus, pihaknya tetap berpedoman pada Instruksi Mendagri Nomor 61 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, serta menunggu surat edaran terbaru dari Satgas Covid-19 Pusat.

"Terkait pembatasan jumlah penumpang saat PPKM Level 3, nanti kita lihat surat edaran dari Satgas Covid-19 Pusat. Kemenhub juga kemungkinan akan mengacu pada surat edaran Satgas Covid-19 dan edaran Mendagri supaya semua berjalan sinkron nantinya. Kami juga masih menunggu kebijakan-kebijakan dari Dirjen Hubla ," tutup Agustinus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar