Cegah Penularan Covid-19 Jelang Nataru, Kadishub: Pintu Masuk di Malut Mulai Diperketat

Kepala Dinas Perhubungan Malut, Armin Zakaria (Dok: Ipi for RRI)

KBRN, Ternate: Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bekerjasama dengan unsur TNI-Polri dan instansi terkait lain mulai melakukan pengetatan penumpang baik di moda transportasi laut, udara hingga darat diwilayah Provinsi Malut.

Hal ini dilakukan berdasarkan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 62 tahun 2021 tentang Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Indonesia termasuk di Provinsi Malut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Malut, Armin Zakaria kepada RRI, Minggu (28/112021) mengatakan, instruksi Mendagri untuk PPKM level 3 tersebut akan dimulai pada 20 Desember hingga 6 Januari 2022 mendatang.

"Instruksi Mendagri itu tanggal 20, tapi kita dengan TNI-Polri maupun instansi terkait sudah buat dari awal karena merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sehingga pada waktu ya masyarakat tidak lagi bertanya-tanya," ungkap Armin.

Mantan Kepala Biro Humas Pemprov Malut ini juga mengatakan, selain pengetatan di pelabuhan dan bandara, Pemerintah Daerah dan TNI-Polri serta instansi terkait akan membangun pos cek poin di sejumlah tempat termasuk jalur darat Halmahera terutama di perbatasan antara Kabupaten.

"Pos cek poin yang dibangun ini nanti akan dicek masyarakat yang belum vaksin akan diarahkan untuk divaksin, ini dialkukan sama persis dengan yang ditetapkan di pelabuhan dan bandara," jelasnya.

Untuk calon penumpang di bandara sesuai dengan instruksi Mendagri kata Armin, calon penumpang yang dibolehkan berangkat hanyalah calon penumpang yang sudah divaksin baik sosis pertama maupun dosisi kedua dengan tetap menunjukan surat negatif PCR untuk dosis pertama dan surat antigen untuk dosis kedua.

"Langkah ini untuk mengurangi mobilisasi masyarakat jelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru), karena semata-mata hanya untuk mengantisipasi laju penularan Covid-19," tuturnya.

Meskipun ada pengetatan di semua pelabuhan jelang Natal dan tahun baru kata Armin, ini hanya berlaku untuk penumpang dan tidak berlaku kepada kapal atau pesawat yang membawa logistik.

"Hanya pada penumpang saja, logistik tetap normal Karana ini menyangkut dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar