Halbar Kabupaten Pertama di Malut Keluarkan SK Tim Pendamping Penanganan Stunting

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Halmahera Barat Novelheins Sakalati menyerahkan SK Tim Pendampingan kepada Kaper BKKBN Malut Renta Rego disaksikan Direktur Ditjakduk BKKBN Hj. Mila Rahmawati (Dok.BKKBN Malut)

KBRN, Jailolo : Direktur Ditjakduk BKKBN Hj. Mila Rahmawati dalam kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja di Jailolo Kabupaten Halmahera Barat.

Selama di Kabupaten Halmahera Barat Direktur Ditjakduk BKKBN yang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara Renta Gego dan Korbit Dalduk Wahyudi melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah Halmahera Barat Syahril Abd. Rajak dan Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Halmahera Barat Novelheins Sakalati.

Pertemua dengan Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan dan KB dilakukan di ruang kerja mereka masing-masing dan saat pertemuan dengan Kadis Kesehatan dan KB dilakukan penyerahan SK Tim Pendamping untuk penanganan stunting di Halmahera Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Renta Rego usai kunjungan kerja di Halmahera Barat kepada RRI Jumat (26/11/2021) mengatakan, dalam pertemuan dengan Sekda Halmahera Barat Direktur Ditjakduk menyampaikan terima kasih atas komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat.

”Bentuk komitmen terhadap Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Tim Pendamping percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat dan dengan adanya SK tersebut menjadi kabupaten pertama di Maluku Utara yang mengeluarkan SK Tim Pendamping Stunting,” Ungkap Renta Rego.

Setelah SK Bupati ini diterbitkan kata Renta Rego, langkah selanjutnya pemerintah daerah akan menyusun strategi untuk melakukan kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat.

Seluruh Kabupaten Kota di Maluku Utara telah disampaikan surat untuk dapat mengeluarkan SK Tim Pendamping Stunting, namun sampai saat ini baru Kabupaten Halmahera Barat yang dengan cepat merealisasikan.

Sementara itu dalam Pertemuan dengan kadis Kesehatan dan KB, dilakukan penguatan fasilitas pemaduan kebijakan pembangunan kependudukan dalam pengendalian penduduk di Kabupaten Halmahera Barat.

Sesuai informasi yang diperoleh dari Sekda Halmahera Barat jumlah kasus stunting di Kabupaten Halmahera Barat masih banyak sekitar 17 persen, karena itu dengan terbentuknya tim pendamping akan segera dilakukan penanganan stunting di kabupaten Halmahera Barat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar