Pemerintah Tikep Mendukung Program Yang Dilakukan Dirjen KSDAE

Peresmian Suaka Paruh Bengkok (Dok.Humas Tikep)

KBRN, Tidore : Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok dan Launching Buku Burung Indah Maluku Utara sekaligus Pengukuhan Bobato Kie Goya Aketajawe dilakukan di Halaman Suaka Paruh Bengkok Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

Kegiatan Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok dan Launching Buku Burung Indah Maluku Utara tersebut ditandai dengan Pemukulan gong dan penarikan tirai oleh Dirjen Konservasi SumberDaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE) Wiratno, Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim, Sultan Tidore H. Husain Alting Syah dan Gubernur Maluku Utara diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir secara serentak.

Walikota Tidore  Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim pada kesempatan itu menyampaikan selamat datang kepada Dirjen di Kota Tidore, Kota yang terkenal dengan sejarah dan rempah-rempahnya, Kota Tidore juga pernah meraih sembilan kali Piala Adipura dari Presiden RI untuk kategori Kota Kecil terbersih di Indonesia.

”Semoga selama berada di Kota Tidore tentu merasa aman dan nyaman, kami dari Pemerintah Kota Tidore sangat mendukung program-program yang nantinya dilakukan oleh Dirjen di Daerah Tidore Kepulauan,” Ungkap Capt. H. Ali Ibrahim.

Kepada semua pihak diajak agar sama-sama untuk menjaga pelestarian alam dan mendukung serta berperan untuk kedepan penggunaan suaka paruh bengkok memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat.

”Saya juga menyampaikan selamat kepada Bobato Kie Goya Aketajawe Lolobata yang telah dikukuhkan sebagai penjaga Hutan Halmahera, selamat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab serta kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem di Maluku Utara menjadi tugas dan prioritas kita semua, mari sama-sama kita menjaga kelestarian alam di Maluku Utara terkhusus di Taman Nasional Aketajawe Lolobata.” Ujar Capt. H. Ali Ibrahim

Sementara Gubernur Maluku Utara diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir  mengatakan  Provinsi Maluku Utara adalah provinsi yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.  Terletak pada kawasan Wallacea menjadikan Provinsi Maluku Utara sebagai rumah bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang unik dan langka, sehingga kita ketahui bahwa Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) di Halmahera, Maluku Utara berada di tiga kabupaten yakni Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, jelas Samsuddin

”Saya berharap agar Suaka Paruh Bengkok dapat menjadi salah satu pusat pengetahuan jenis-jenis burung paruh bengkok khususnya di Maluku Utara, sehingga anak-anak kita lebih mengenal, mengetahui, dan memiliki rasa kebanggaan bahwa Maluku Utara memiliki keanekaragaman hayati khususnya burung dengan tingkat endemitas yang cukup tinggi,” Harap Samsuddin

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE) Wiratno mengucapkan terima kasih atas gelar kehormatan yang diberikan, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah dan pihak kesultanan Tidore yang telah menerima saya sebagai keluarga Kesultanan Tidore ini merupakan kebanggan yang luar biasa bagi saya, Kata Wiratno

”Saya berharap agar Suaka Paruh Bengkok ini bermanfaat untuk pengetahuan masyarakat terkait dengan kelestarian alam dan suaka yang ada di Maluku Utara serta saya juga mengucapkan selamat kepada perangkat adat pelindung hutan halmahera yang telah dikukuhkan, karena mengurus alam tanpa adanya budaya yang luar biasa tidak ada gunanya,” ujar Wiratno

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Tidore Kepulauan Asis Hadad kepada RRI Rabu (27/10/2021) mengatakan, Pengukuhan Bobato Kie Goya  Aketajawe oleh Sultan Tidore H. Husain Alting Syah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor : SK/03/KST/X/2021 tentang Pengangkatan dan Pengukuhan Dalam Jabatan Bobato Adat Kesultanan Tidore.

Dalam kesempatan tersebut juga, Sultan Tidore H. Husain Alting Syah memberikan Gelar penghargaan kepada Dirjen KSDAE Wiratno sebagai keluarga Kesultanan Tidore yang datang dari jauh yang ditandai dengan pemakaian Baju Adat kesultanan Tidore.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00