Pembukaan STQ Nasional, Satu Hotel di Sofifi Patok Harga Selangit

Hotel Residence Sofifi (Dok: RRI)

KBRN, Sofifi: Momen penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional ke-XXVI di Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara (Malut) pada, Sabtu (16/10/2021) kemarin banyak yang mencari keuntungan.

Bahkan keuntungan dibalik STQ ini dipatok sepihak tanpa ada tarif resmi dari pemerintah maupun pihak terkait.

Hal ini seperti yang terjadi di hotel residence yang berada di jln. Bahar Andili Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Hotel yang diketahui milik salah satu dokter spesialis kandungan di RSUD Ternate ini mematok harga signifikan dibandingkan sebelum pelaksanaan STQ.

"Kalau hari biasa, harga untuk kamar standar  pada Rp350 sementara kalau kamar VVIP seharga Rp450," ungkap salah satu petugas hotel saat dikonfirmasi RRI di hotel, Senin (18/10/2021).

Sementara untuk harga kamar saat puncak kegiatan STQ dirinya mengaku, untuk harga kamar standar dipatok Rp600 sementara harga kamar VVIP dipatok Rp800.

"Kita tidak tau alasan, coba tanya bos saja di Ternate," katanya.

Meski harga kamar yang dipatok dengan tarif tinggi, dirinya mengaku dimalam puncak STQ semua kamar baik kamar standar maupun VVIP tidak ada yang kosong.

"Harga naik tapi fasilitas masih sama, soalnya itu malam puncak kegiatan," tuturnya.

Sementara, saat ini dirinya mengaku harga sudah mulai normal setelah pembukaan STQ kemarin.

"Sekarang ini sudah normal, paling kita hanya naikan Rp50 ribu saja, seperti harga kamar yang Rp350 jadi Rp400 sementara yang Rp450 jadi Rp500 saja," tuturnya.

Harga dipatok pihak hotel ini berbeda dengan penginapan Yusmar yang berada di Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara.

"Kalau disini malam puncak maupun sebelumnya harga kamar tetap sama dan tidak ada yang naik," ungkap petugas reception penginapan setempat saat ditemui RRI.

Reception itu menjelaskan, harga kamar yang ada di penginapan Yusmar bervariasi mulai dari Rp250, Rp300 hingga Rp350 tergantung dengan fasilitas masing-masing kamar.

"Harga itu sudah yang kita pakai, dan tidak ada naik," tuturnya.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Malut, Rahwan K. Suamba saat dikonfrimasi terpisah terkait dengan kenaikan tarif pada penginapan Residen menyayangkan permainan harga dalam kegiatan keagamaan.

Padahal lanjut Rahwan, dalam kegiatan nasional yang dipusatkan di Sofifi, harus ya didukung oleh sejumlah hotel maupun penginapan sehingga tidak membuat orang atau tamu untuk datang ke Malut.

"Ini sangat disayangkan, apalagi kenaikan tarif itu dilakukan pada malam pembukaan STQ," ucapnya.

Rahwan mengaku, informasi kenaikan harga penginapan ini, sudah diterima sebelumya dari para tamu.

"Kita menang sudah terima laporan atau keluhan itu," jelasnya.

Dengan kejadian ini dirinya meminta kepada masing-masing pengelola penginapan maupun hotel di Sofifi agar tidak lagi menaikkan harga sepihak terutama pada malam penutupan STQ.

"Kalau sampai ada laporan yang diterima, maka kita akan meminta kepada pariwisata untuk memberikan teguran keras supaya bisa menjadi pelajaran," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00