Tokoh Pemekaran Provinsi Disarankan Jadi Nama-Nama Kota di Sofifi

Anggota Komisi IV DPRD Malut, Malik Silia saat Memberikan Saran pada Sidang Paripurna HUT Provinsi (Dok: Istimewa)

KBRN, Sofifi: Pemerintah provinsi Maluku Utara (Malut), Selasa (12/10/2021) menggelar upcara dalam rangka hari ulang tahun (HUT) provinsi Malut Ke-22 tahun 2021 setelah resmi berlepas dari Provinsi Maluku pada 12 Oktober 1999 silam.

Perjuangan pemekaran provinsi Malut hingga pada usia ke-22 tahun ini, tidak terlepas dari peran para tokoh baik pemuda, agama hingga tokoh adat yang ada di Malut.

Dengan keterlibatan para tokoh untuk pemekaran Provinsi Malut ini harus mencatat dukungan dari pemerintah provinsi dimasa kepemimpinan gubernur Abdul Ghani Kasuba dan wakil gubernur M. Al Yasin Ali.

Hal ini sebagaimana disampaikan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malut, Abdul Malik Silia.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Malut ini mengungkapkan, di momentum HUT Provinsi ke-22 tahun ini tentunya, para tokoh yang berjuang untuk pemekaran dan sudah mendahului kita seperti alm Samsir Andili, alm, Sultan Ternate dan alm Sultan Tidore tentunya tidak minta untuk dipuji oleh generasi penerus.

Namun menurutnya, sebagai penerus tentunya berkewajiban untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para tokoh tersebut.

"Mereka tidak ingin dipuji tapi tentunya kita sebagai generasi penerus harus menghargai perjuangan mereka," tuturnya.

Untuk itu dirinya menyarankan kepada pimpinan DPRD dan gubernur Abdul Ghani Kasuba agar menyematkan nama-nama di Kota Sofifi kepada mereka-mereka yang telah berjuang untuk daerah ini.

"Ini harus, sebagai apresiasi kita terhadap mereka," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00