FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Utama, Gubernur Pastikan STQ Sukses Digelar

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Pemerintah Provinsi Maluku Utara Malut memastikan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran STQ tingkat Nasional di Sofifi akan berjalan sukses dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Protkes) yang ketat.

Gubernur, Abdul Ghani Kasuba (AGK) saat dikonfrimasi RRI di Ternate, Selasa (21/9/2021) mengatakan, protkes dalam pelaksanaan STQ mulai dari kedatangan kafilah hingga pemulangan nanti akan tetap dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19.

Penerapan protkes dalam pelaksanaan STQ Nasional ini menurut gubernur sudah menjadi arahan pemerintah pusat saat melakukan pertemuan pembahasan terkait dengan kegiatan STQ.

"Soal STQ, saya sudah laporkan ke Menteri Agama, kalau boleh peserta kurang lebih 4 ribu orang ini kalau boleh sudah divaksin," ungkap AGK.

AGK bilng, untuk mengantisipasi cluster Covid-19 pasca STQ, pihaknya akan mewajibkan semua kafilah maupun official yang hadir di Malut syarat utamanya harus sudah mengikuti vaksin.

"Vaksin nanti kita periksa semua karena ini menjadi hal utama," tuturnya.

Bahkan gubernur juga menegaskan, selain syarat vaksin kepada kafilah, masyarakat yang akan hadir lokasi pelaksanaan STQ Nasional juga harus divaksin yang pengecekan-nya dilihat melalui aplikasi pedulilindungi.

"Siapapun yang mau masuk di arena STQ pastinya tunjukan sertifikat vaksin dulu baru boleh masuk," akunya.

Gubernur juga bilang, sebelum pelaksanaan STQ Nasional yang digelar 16 hingga 25 Oktober mendatang, Pemerintah Pusat juga mengisyaratkan agar kurang lebih 80 persen masyarakat Malut sudah divaksin.

"Sebelum STQ ya, paling kurang 80 persen masyarakat kita sudah divaksin," ujarnya.

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga menegaskan, kepada kepada seluruh OPD di Pemprov Malut untuk cepat menyelesaikan semua kekurangan sebelum pelaksanaan.

"Pokonya semuanya mulai dari kesiapan sudah harus tuntas sebelum pelaksanaan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00