Proyek Septic Tank Komunal di Makassar Timur, ini Penjelasan PUPR Ternate

Satu Titik Sepiteng Komunal di Makassar Timur (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate akhirnya angkat bicara terkait dengan proyek tangki septic tank komunal yang dipermasalahkan oleh mantan sekretaris dan bendahara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Batu Meja, Lingkungan Makassar Timur Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Proyek septic tank komunal yang berada kurang lebih di 8 titik pada 3 RT di RW 02 Kelurahan Makassar Timur itu dianggap sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Djusri Saleh kepada RRI menyampaikan, sejumlah proyek baik sanitasi, air minum, perumahan dan drainase di Kota Ternate ini dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dinas PUPR Ternate, menangani proyek sepiteng komunal khusus di lingkungan Makassar Timur.

Kegiatan ini menurutnya, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) integrasi dengan total anggaran yang dianggarkan senilai 900 Juta yang diakomodir oleh DAK sanitasi.

"Terkait dengan tangki septic, di dalam kegiatan ini melibatkan dinas PU, teman-teman fasilitator dan KSM," ungkapnya.

Bahkan dirinya membantah terkait dengan ketidak ketidaktahuan sekretaris dan bendahara KSM dalam proyek tersebut.

"Itu tidak benar, karena kegiatan ini bukan kegiatan kontrak tetapi ini kegiatan sewakelola yang tujuannya pemberdayaan kepada masyarakat, dan saya juga bantah kalau Sekertris dan Bendahara menyatakan mereka tidak tau titik lokasi proyek tersebut,"bantahannya.

Karena menurutnya, penentuan titik lokasi kegiatan awalnya sudah dilakukan pengusulan sejak tahun 2020 dan penentuan lokasi itu dibantu oleh teman-teman KOTAKU dan selanjutnya dibuat surat pernyataan calon penerima kurang lebih 63 rumah akan mendapatkan bantuan tersebut.

Bahkan dalam surat itu, masyarakat yang mendapat bantuan itu juga sudah menandatangani perjanjian dengan materai yang menjadi syarat untuk diajukan ke pusat.

"Setelah usulan ke Pusat, Kementerian PU menyetujui bahwa kegiatan ini akan dilakukan pada 2021 dan bahkan tim dari pusat juga tinjau lokasi kegiatan," jelasnya.

Baca juga: Tak Dilibatkan, Proyek Sepiteng Komunal PUPR Ternate Dikeluhkan Sekretaris KSM

Karena menurutnya, proyek ini adalah awal proyek integrasi yang dibuat di Indonesia dan, dari sekian Kabupaten dan Kota di Indonesia yang mendapat bantuan hanya ada 11 Kabupaten dan Kota termasuk Kota Ternate.

"Maka proyek ini jadi pilot project dari Kementerian PUPR, dan dari tahun 2020 tim dari pusat sudah mengklarifikasi lokasi-lokasi tersebut, dan menyatakan bahwa tangki septik ini sangat layak untuk dibangun," akunya.

Karena ini proyek sewakelola lanjut dia, harus dibentuk KSM dan pekerjaan ini tetap berpedoman pada juklak tahun 2020 pada bidang sanitasi.

"Kegiatan ini yang melaksanakan adalah KSM, dan kami dari Dinas melaksanakan rapat kelompok masyarakat untuk pembentukan pengurus dan nama KSM, dan dalan musyawarah tersebut kita sudah menyepakati dan selanjutnya pada proses pencarian," akunya.

Dalam proses pencairan yang tertuang dalam juklak DAK 2020 pada bidang sanitasi kata dia, yang melakukan pencairan adalah ketua KSM dan Bendahara didampingi tenaga fasilitator lapangan.

"Jadi kalau keterangan bahwa Sekretaris tidak dilibatkan dalam proses pencairan maka saya sangat membantah, karena menurut juklak yaitu pada saat proses pencairan yang menandatangani kwitansi pencairan hanya pada ketua dan bendahara bukan pada Sekretaris, makanya itu Sekretaris tidak dilibatkan dalam pencairan tapi sekretaris wajib mengetahui," jelasnya.

Setelah pencairan anggaran tersebut kata dia, ada terjadi isu dalam kelompok KSM bahwa ada terjadi penandatangan kwitansi kosong.

"Makanya saya bantah, proses pencairan itu di Bank dan tidak mungkin di Bank itu kita mendatangani kwitansi kosong bisa keluar uang, itu sangat mustahil," paparnya.

Dengan adanya gejolak pada kelompok tersebut, pihaknya selaku PPTK telah melaksanakan rapat kembali dengan seluruh anggota KSM agar meluruskan masalah ini pada tanggal 13 Juli.

"Dalam pertemuan itu sudah clear, dimana kita sudah mengetahui kesalahan dan sama-sama untuk memperbaiki kesalahan itu agar kedepan tidak lagi terjadi, sehingga pekerjaan dilakukan sebagaimana mestinya," katanya lagi.

Hasil dari rapat itu lanjut Djusri, menyepakati bahwa pekerjaan itu tetap dilanjutkan hanya saja sekretaris yakni Hendra Yunus, beliau menyampaikan bahwa mundur dalam kegiatan tersebut.

"Dari situ maka kami dari dinas tidak bisa memaksakan dan ini adalah hak yang bersangkutan, dan surat itu sudah dimasukan oleh Bendahara dan Sekretaris ke Kadis dan Kadis yang menyampaikan ke saya untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri tersebut, dan pada Sabtu kemarin kita sudah melakukan rapat untuk merembuk terkait dengan surat pengunduran diri dan kita juga sudah bentuk Sekertaris dan Bendahara baru yang disaksikan Lurah sebagai pembina dari KSM" pungkasnya.

​​​​

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00