Rugikan Negara 4,7 Miliar, Empat Tersangka Korupsi Kapal Nautika Ditahan Kejati Malut

Empat Terduga Tersangka saat Dilakukan Penahanan Tim Pidsus Kejati Malut (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal penangkap ikan dan alat simulasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) tahun 2019 senilai 7,8 miliar rupiah resmi ditahan tim penyidik tindak pidana korupsi (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.

Empat tersangka dengan inisial masing-masing, IY selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ZH Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), RZ selaku ketua Pokja dan IR selaku rekanan/pelaksana pekerjaan itu dilakukan penahanan oleh tim penyidik setelah dilakukan pemeriksaan dengan status tersangka di ruang Pidsus Lantai II Kejati Malut.

Keempat tersangka ini, langsung dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jambula Ternate menggunakan mobil tahanan Kejaksaan lengkap dengan baju tahanan.

"Penahanan dilakukan setelah tim melakukan pemeriksaan terhadap empat tersangka dengan status tersangka," ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Malut, Erryl Prima Putera Agoes usai melakukan penahanan empat tersangka.

Kajati menyebut, penahanan empat tersangka ini akan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung hari ini 24 Juni hingga 13 Juli 2021 mendatang.

"Selanjutnya saya minta tim untuk secepatnya kalau boleh minggu depan atau  minggu ini berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," harapnya.

Kajati menyebut, sesuai hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Malut, kerugian negara mencapai Rp4,7 miliar.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Malut, M. Irwan Datuiding menyatakan, dalam kasus ini, empat tersangka dijerat dengan pasal 2 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar