Kota Pusaka di Indonesia Harus Kembangkan dan Berdayakan Kearifan Lokal

Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim saat menghadiri Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Bogor (Dok.Humas Tikep))
Suasana saat Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim saat menghadiri Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Dok.Humas Tikep))

KBRN, Tidore : Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim menghadiri Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2021 dengan mengusung Tema Indonesia Tangguh Kota Pusaka Berdaya dan Berbudaya.

Kegiatan Kongres V JKPI tersebut diselenggarakan di Gedung Puri BegawanKota Bogor Jawa Barat.

Selaku tuan rumah Walikota Bogor Bima Arya menyambut langsung kedatangan Capt. H. Ali Ibrahim beserta sejumlah kepala daerah lainnya. Selain Kota Tidore Kepulauan, sekiranya 72 delegasi kota dan kabupaten serta 40 orang kepala daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Seperti diketahui JKPI adalah Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang merupakan sebuah jaringan antarkota di Indonesia. Jaringan ini didirikan dengan tujuan menjaga kelestarian benda cagar budaya peninggalan sejarah di Indonesia.

Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim saat dimintai tanggapannya terkait Kongres ke V JKPI oleh RRI Senin (6/12/2021) mengatakan, Indonesia tangguh itu tagline Indonesia di masa Covid-19.  

”Kita ingin dimasa pandemi ini kota-kota pusaka bisa memberdayakan diri dengan mengembangkan kearifan lokal agar bisa bangkit dari keterpurukan,” ungkap Capt. H. Ali Ibrahim.

Walikota dua periode ini juga menambahkan agar bisa bangkit dari keterpurukan, kota-kota pusaka harus mampu mengembangkan keunikan dengan menjaga serta memelihara warisan budaya karena dengan menjaga keunikan diharapkan mampu mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke kota-kota pusaka.

”Kita harus kreatif dalam meningkatkan kualitas pengeloaan aset-aset warisan budaya,” tutup Capt. H. Ali Ibrahim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar