Festival Doe-Doe Guraping 2021 Kembali Digelar

Suasana Launching Festival Doe-doe Guraping 2021. (Foto GenPi Malut)

KBRN, Tidore: Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab secara resmi melaunching Festival Doe-Doe Guraping 2021, ditandai dengan pemukulan tifa di lokasi Pantai Wisata, Kelurahan Guraping, Oba Utara. Kota Tidore Kepulauan. (5/12/21).

Festival Doe-Doe yang merupakan festival kampung dengan mengusung konsep budaya itu digagas oleh masyarakat Guraping, Sofifi. 

Festival Doe-Doe Guraping 2021 ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya. Sebelumnya pada 2019 Festival ini pertama kali dilaksanakan, namun di 2020 karena berhadapan dengan pandemi Covid-19, maka festival ini diundur pelaksanaannya.

Dalam sambutan Ketua Panitia Idham mengatakan, Festival Doe Doe dengan mengusung tema “Guraping sebagai Kampung Budaya Berbasis Wisata”menjadi salah satu dari pagelaran seni dan budaya Guraping yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 2019.

"Sepanjang kegiatan akan ada 12 even dari kategori musik dan budaya dengan Puncak acara festival ini pada 31 Desember 2021," ujarnya.

Idham menuturkan, Guraping secara geografis sangat strategis dalam pengembangan budaya dan pariwisata. Selain itu, kultur masyarakat Guraping yang melekat pada adat dan tradisi nenek moyang masih terjaga sampai saat ini, merupakan potensi yang akan dilestarikan.

“Itu sebabnya, rangkaian kegiatan yang ditampilkan dalam festival ini akan menjadi potret Guraping pada masa lampau, kini, dan akan datang. Di samping itu Festival Doe-Doe juga menjadi ajang pemersatu warga Kelurahan Guraping yang sangat plural,” tambahnya.

Kehadiran Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyambut baik Festival tersebut. Dirinya mengatakan, seni dan budaya daerah sudah mulai terkikis serta tergerus oleh budaya luar, bahkan tidak sedikit budaya kita yang diklaim oleh bangsa lain. 

"Budaya dan adat-istiadat kita ini memiliki arti strategis dan dapat berfungsi sebagai alat perekat dan untuk mempererat rasa kebersamaan, sehingga tercipta rasa aman, nyaman, damai dan sejahtera bagi masyarakat di Kota Tidore," jelasnya.

Dirinya berharap, budaya yang dimiliki ini terus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya dan kekayaan budaya inilah perlu dijaga dengan baik, agar dapat menjadi tameng buat generasi mendatang dalam menghadapi perubahan dan pergeseran zaman.

Sementara itu Kadisarekraf Tahmid Wahab Mengagumi penyelenggaraan Festival Doe-doe ini. Dalam sambutannya mengatakan, dengan semangat anak muda Guraping melaksanakan yang sumber anggarannya bukan hanya berasal dari Pemerintah ataupun swasta, akan tetapi sumber pendapatan anggaran festival ini ialah dari hasil patungan warga Guraping. Sungguh, ini sangat luar biasa dan tidak akan pernah ditemukan di daerah manapun, hal seunik ini. 

"Dinas Pariwisata sementara lagi mengembangkan destinasi wisata di kawasan pantai Guraping yang nanti sebagai lokasi dilaksanakan festival doe doe," jelasnya.

"Kita akan berupaya secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan pembangunan destinasi wisata di pantai doe doe guraping agar bisa dinikmati pengunjungnya," tambahnya.

Di acara Launching Festival Doe-Doe dilakukan juga penandatanganan dukungan even oleh Sponsor Festival Doe-Doe Pemerintah, Kesultanan Tidore, Pihak Swasta, Media dan Komunitas yang di wakili Komunitas Genpimalut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar