'Dina Lamo', Tahlilan Hari Ke- 7 Untuk Warga Yang Meninggal di Ternate

KBRN, Ternate; Kebiasaan masyarakat muslim Ternate menggelar Tahlilan 'Dina Lamo' masih menjadi tradisi saat memasuki hari ke-7 seseorang warga meninggal dunia. Tahlilan itu dilaksanakan pada sore hari.

Pada Tahlilan 'Dina Lamo' di sore hari, dilakukan dengan besar-besaran yang disertai dengan makanan adat, yang disebut “Jaha se Kukusang” . Dihadiri “Bobato Akhirat” dan “Bobato Dunia”. Bobato Akhirat adalah para pemuka agama, mulai dari Imam Besar, Khotib dan Muazzin. Sedangkan Bobato Dunia adalah para pemuka masyarakat, pemuka adat di lingkungan tersebut.

Pelaksanaan Tahlilan Dina Lamo pada sore hari, dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan tahlilan dan doa yang dipimpin oleh Imam Besar. Doa yang dibawakan adalah “Doa Alham Tarekat” dan “Alaikayaa”.

Tahlilan 'Dina Lamo'

Menurut warga Soa Sio, Samin yang kerap menjadi Khotib Jumat adanya banyak orang yang hadir dalam acara Tahlilan Dina Lamo dan ikut mendoakan kepada yang meninggal dengan harapan dimuluskan jalan menuju surga.

"Begitu pun memberi makan kepada banyak orang dalam hajatan itu ada nilai pahalanya karena mengajak orang untuk berbagi rasa melalui rezeki yang dimiliki seseorang sebagaimana konsep Islam mengisyaratkan bahwa harta yang Allah berikan kepada manusia, didalamnya ada haknya orang lain," kata Samin.

Selain itu bacaan dalam Tahlilan Dina Lamo hari ketujuh adalah Tahlil yaitu lebih banyak mengarah pada memuji nama Allah dengan ucapan Laa Ilaaha Illallallah yang artinya "Tiada Tuhan selain Allah" yang patut dipuji dan disembah.

"Dengan menyebut Laa Ilaaha Illallah ratusan kali dalam hajatan Tahlilan secara nyaring dan bersamaan tujuannya agar bisa memberi edukasi kepada masyarakat sekitar, terutama anak-anak kecil agar Asma Allah bisa tertanam didalam qalbunya," jelas Samin.

Menurut Samin, usai tahlilan hari kr-7, tahlilan berikutnya adalah malam hari ke-9 dan malam hari ke-11, bahkan hingga hari ke-100 kematian. Pelaksanaan tahlilan ini sama seperti pada malam-malam sebelumnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00