Dua Mahasiswa Unkhair Wakili Malut Pada Muhibah Jalur Rempah Nusantara 2021

KRI Dewa Ruci, kapal yang akan membawa pemuda-pemudi dari 34 provinsi dalam pelayaran dengan tajuk Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 || Dok: Istimewa/detikcom.

KBRN, Ternate: Fadli Kayoa dan Risman Sapsuha, dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate akan mewakili Maluku Utara dalam ajang Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah  2021 yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Sebelumnya telah diberitakan RRI.co.id, Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah sendiri akan berlangsung selama tiga bulan yang dimulai dari Banda pada 17 Agustus 2021 hingga 28 Oktober 2021 di Surabaya.

Muhibah Budaya merupakan pelayaran menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci, kapal latih TNI Angkatan Laut yang membawa pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi dengan tujuan untuk napak tilas jalur rempah nusantara.

Kepada RRI, Fadli Kayoa, salah satu peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah mengatakan, kegiatan yang akan ia ikuti ini sangat menarik, karena menurutnya, di kampus mereka telah mempelajari dan mengkaji dengan baik sejarah jalur rempah di Indonesia melalui mata kuliah Kajian Sejarah Ekonomi pada prodi Ilmu Sejarah.

Salah satu peserta Muhibah Budaya, Fadli Kayoa (tengah), berpose bersama dosen Nani Jafar dan Dessy Ismail penyiar Pro 4 usai dialog Seni dan Budaya.

Ia juga mengungkapkan sangat termotivasi untuk mengikuti kegiatan ini demi memperkenalkan rempah asal Maluku Utara seperti Cengkeh dan Pala sebagai komoditi lokal yang menjadi incaran orang Eropa berabad-abad lalu.

“Saya ingin memperkenalkan Cengkeh dan Pala sebagai sebuah komoditi lokal yang mendunia. Saya ingin memperkenalkan budaya lokal kita yang identik dengan budaya agraria dan atau budaya bertani dan bercocok tanam”, ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Unkhair itu saat Dialog Seni dan Budaya di Programa 4 RRI Ternate, Selasa (22/6/2021).

“Cengkeh dan Pala ini adalah tanaman tropis yang tumbuh di lembah-lembah pegunungan, sehingga  jelas masyarakat dan kulturalnya adalah masyarakat agraria. Itu menjadi motivasi utama saya untuk mengikuti kegiatan ini”, lanjut mahasiswa asal Sanana, Kepulauan Sula itu.

Terpisah, Ketua Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Unkhair, Jainul Yusup berharap dua mahasiswanya tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga bisa mengharumkan nama Malut di kancah nasional.

“Karena ini diikuti oleh masing-masing peserta dari 34 provinsi, saya berharap mereka bisa memberikan yang terbaik, mengharumkan nama Unkhair dan nama Maluku Utara di ajang nasional”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00