Budidaya Padi Dengan SRI Lebih Menguntungkan

KBRN, Madiun :  Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun berupaya meningkatkan produksi komoditas pertanian. Upaya yang dilakukan  antara lain dengan penerapan System of Rice Intensification (SRI) dalam budidaya tanaman padi.   SRI  merupakan metode baru dan menjanjikan dengan penghematan sumber daya untuk pertumbuhan padi irigasi ataupun tadah hujan. Studi di sejumlah negara telah menunjukkan peningkatan hasil panen yang signifikan, dengan substansial penghematan biji (80-90%), air (25-50%)  dan biaya (10-20%) dibandingkan dengan metode konvensional.

Menurut  Koordinator Penyuluh Pertanian  BPP Kabupaten Madiun,  Ida Yulismawati pada demo penanaman padi dengan SRI  di desa Gunungsari Kecamatan Madiun Kamis (9/4/2020) , SRI memiliki sejumlah keunggulan diantaranya hemat benih, penanamannya lebih mudah dan pembibitan bisa dilakukan di nampan di rumah serta benih bisa ditanam ketika masih berumur 10 hari.

“Sistem penanaman ini keunggulannya kita bisa hemat benih, kedua untuk tanaman lebih mudah, terus untuk pembibitan bisa di rumah di lengser-lengser itu, setelah itu untuk penanamannya lebih muda yang bagus umur 10 maksimal 2 minggu harus ditanam”, kata Ida.

SRI berprinsip sederhana yang mampu menghasilkan tanaman yang lebih produktif dan kuat. Sejumlah gagasan SRI yang bisa menguntungkan petani antara lain menanam bibit yang sangat muda dengan persemaian yang tidak tergenang air,  bibit tunggal dan jarak tanam yang lebih luas,  menerapkan pengairan minimum atau tidak ada penggenangan air secara terus menerus.  Ida Yulismawati mengatakan, semua varietas padi bisa dibudidayakan dengan metode SRI dan penanaman bibit yang masih muda akan bisa memaksimalkan jumlah anakan.

“Untuk varietas semuanya bagus karena keunggulan SRI apabila tanam muda anakannya bisa maksimal”, katanya.

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan SRI, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun akan membuat percontohan-percontohan di berbagai wilayah. Penanaman padi menggunakan metode SRI di beberapa demplot selama ini, kata Ida, belum pernah mengalami kegagalan.

“Untuk tingkat kegagalan sebetulnya SRI itu kalau memang budidayanya bagus itu tingkat kegagalannya atau resikonya tidak ada”, katanya.

Sistem perakaran yang lebih luas, tanaman yang lebih besar dan lebih sehat serta anakan yang banyak dari satu bibit akan lebih menguntungkan  petani.  Dengan demikian,   SRI menawarkan metode produksi padi dengan penghematan sumber daya yang baik untuk petani, konsumen dan lingkungan. (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00