Imbas Banjir Cisarua, Tangerang Kesulitan Air Bersih

Suasana Banjir Bandang Cisarua Bogor, Rabu (22/6/2022). (Foto Istimewa)

KBRN, Tangerang: Kabid Humas Perumdam Tirta Kertaraharja Kabupaten Tangerang, Aldo menyatakan, dihentikannya produksi dan suplai air kepada masyarakat akibat adanya banjir bandang dan longsor di Cisarua, Bogor.

"Ada banjir bandang di Cisarua, Bogor, jadi membuat keruh Sungai Cisadane," ungkap Aldo kepada RRI.co.id, Kamis (23/6/2022).

Aldo menjelaskan, keruhnya air di Sungai Cisadane membuat pihaknya menurunkan kapasitas pengolahannya. Selain itu membutuhkan waktu lama bagi pihaknya untuk kembali mengolah air bersih.

"Tapi untuk kualitas air pelanggan itu tidak berubah. Sungai Cisadane sedang keruh, jadi untuk pengolahannya kita memerlukan waktu lebih lama," jelasnya.

Menurut Aldo, pihaknya akan berupaya untuk menangani permasalahan yang sedang terjadi dan berimbas pada keluhan-keluhan masyarakat terkait pasokan air bersih tersebut.  

"Kami juga akan mengoptimalkan pengiriman truk tangki air bersih ke wilayah perumahan-perumahan yang terdampak. Intinya terus beroperasi untuk menormalkan kembali suplai air bersih segera setelah kualitas air baku meningkat," imbuhnya.

Direktur Utama Perumdam Tirta Kertaraharja Kabupatem Tangerang, Sofyan Sapar menyatakan, gangguan produksi dan pendistribusian air PAM dampak dari banjir dan longsor di Cisarua. 

"Kekeruhan air baku yang sangat tinggi sehingga menyebabkan produksi dan pendistribusian air mengalami gangguan atau mati untuk sementara waktu sampai dengan kekeruhan air baku normal kembali," tegasnya.

Sofyan menyampaikan, permohonan maaf atas terganggunya pendistribusian air PAM kepada pelanggan saat ini.

"Kondisi air baku sumber dari Sungai Cisadane akibat dampak banjir sudah mencapai kualitas air kekeruhan 23.000 - 28.000 NTU, dan hal ini mengakibatkan gagal produksi," kata Sofyan. 

Saat ini, kata dia, beberapa Instalasi pengolahan air Perumdam Tirta Kertaraharja masih dapat beroperasi.

"Sudah  beroperasi lebih kurang 4-5 jam, dan beberapa IPA sudah mengurangi operasi dan sudah  stop operasi," akunya.

Tingginya kadar lumpur di Sungai Cisadane ini berdampak pada hampir seluruh pelanggan di Tangeran. Karena sumber air baku Perumdam Tirta Kertaraharja mengandalkan Sungai Cisadane. Total pelanggan Perumdam Tirta Kertaraharja Kabupaten Tangerang saat ini mencapai sekitar 100 ribu lebih di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. 

Sofyan mengatakan, pihaknya masih memonitor terus kondisi air Sungai Cisadane dengan menyiapkan alat deteksi digital NTU di Intake titil tempat pengambilan air baku. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan ribu warga Kota Tangerang, Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal itu akibat terhentinya pasokan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (Perimdam) kepada warga tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

"Perkiraan tadi air berhenti sekitar jam 14.00. Hingga saat ini belum nyala lagi," ungkap Latif, warga Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Latif kepada RRI.co.id, Kamis (23/6/202) malam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar