Menkominfo Ajak Semua Pihak Jaga Ruang Digital

Menkominfo Johnny G. Plate (Foto: Kominfo RI)

KBRN, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengajak semua pihak untuk menjaga ruang digital Indonesia.

Ajakan itu disampaikannya agar ruang digital bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan kejayaan Indonesia.

“Membangun dan menggelar infrastruktur digital bukan tanpa maksud, hal itu dimaksudkan demi kejayaan Indonesia. Demi negeri kita, demi kesejahteraan masyarakat. For the benefit of all Indonesian,” katanya, dikutip dari situs kominfo.go.id, Sabtu (11/6/2022).

Menurut Johnny, upaya itu tidak dapat dilakukan Pemerintah sendiri, namun perlu kerja sama dengan semua pihak, agar mewujudkan Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju.

“Saya mengutip sebuah ungkapan dari Henry Ford yang mengatakan ‘Coming together is the beginning, keeping together is progress, and working together is succes.’ Marilah bersama-sama kita untuk membangun ICT Infrastructure dan dunia digital kita,” ajaknya.

Dikatakannya, Pemerintah telah menyiapkan tiga sistem pengawasan (surveillance system) berlapis. Pertama pusat monitoring telekomunikasi Kominfo yang memonitor kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan internet yang baik (bandwidth quality of service) dan kualitas pengalaman (quality of experience) di seluruh Indonesia.

“Kedua, yakni surveillance system BLU Bakti (Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, red) Kominfo. Kemudian untuk yang ketiga melalui cyber drone Ditjen Aptika beroperasi penuh memantau kondisi ruang digital Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Johnny menjelaskan pusat monitoring telekomunikasi Kominfo yang dikelola melalui Direktorat jenderal Pengendalian Pos dan Informatika berfungsi untuk mengetahui apabila masih terdapat blankspot sinyal di suatu wilayah.

“Kami menyiapkan supervisory control system (sistem kendali industri berbasis komputer), sudah ada sekarang. Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan operator seluler, pusat monitoring layanan telekomunkasi juga berfungsi untuk melakukan pengukuran jaringan seluler,” tuturnya.

Dengan adanya pusat monitoring tersebut, Menkominfo mengaku pihaknya dapat memantau kualitas jaringan dan layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.

“Kali ini sudah ada di Kominfo, untuk melihat Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE) di seluruh wilayah tanah air kita. Tidak ada yang bisa bohong, saya tidak bisa dibohongi. Sudah ada internetnya ada atau tidak di wilayah itu, saya tinggal pencet saja terlihat apakah tersedia atau tidak layanan 2G, 3G, 4G maupun 5G,” ungkapnya.

Johnny menyatakan, untuk memantau infrastruktur digital baik saluran transmisi, microwave link atau sistem komunikasi radio titik ke titik melalui gelombang mikro, stasiun pemancar maupun layanan akses internet dari satelit, Kementerian Kominfo dapat memonitor melalui surveillance system BLU BAKTI Kominfo.

“Surveillance system BLU BAKTI Kominfo juga sudah beroperasi penuh untuk melakukan surveillance atas backbone jaringan fiber optic di darat dan di laut, monitoring akses internet atau penggunaan satelit di mana saja akses internet disediakan,” jelasnya.

Bahkan, Kementerian Kominfo menyiapkan cyber drone atau sistem pemblokiran konten negatif yang sudah lebih maju, untuk menjaga, dan memberikan layanan ruang digital agar tetap baik. 

“Saya memberikan tindakan-tindakan yang tegas terhadap semua kegiatan ilegal di bidang apa saja, secara khusus yang berkaitan dengan narkotika, apalagi pornografi pada anak, kami takedown, dan sudah ada jutaan akun-akun yang diblokir. Tiada henti-hentinya baik alphabet maupun numerical,” urai Johnny.

Lebih lanjut Johnny menegaskan, pihaknya menghormati hak asasi manusia, kebebasan berpendapat dan berserikat, dengan cara menjaga ruang digital yang bersih dan sehat.

“Karena kita sesama manusia, maka harus saling menjaga kebebasan yang lainnya. Jadi bukan tanpa batas, batasannya adalah kebebasan pihak yang lain,” imbuhnya.

Meski setiap negara mempunyai aturan dan perundang-undangan yang berbeda-beda, Johnny meminta kepada perusahaan teknologi dunia untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu, tambahnya, komunikasi dan koordinasi harus selalu dilakukan untuk menjaga ruang digital juga tetap sehat.

“Karena yang melanggar aturan dan undang-undang di Indonesia belum tentu melanggar aturan dan undang-undang di negara lain. Teknologi yang seharusnya bisa mengatur, belum belum mau barangkali. Saya enggak tahu apa alasan, tetapi secara teknologi harusnya regional coverage itu bisa diatur,” tandasnya.

Sumber: Biro Humas Kementerian Kominfo

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar