NASA Umumkan Ikut Meneliti Keberadaan UFO

Gambar diduga UFO dari video yang ditayangkan pada 28 April 2020 oleh Departemen Pertahanan AS. (Foto: France 24)

KBRN, Washington: NASA mengumumkan bergabung dalam perburuan UFO (unidentified flying object) atau benda terbang tak dikenal. Badan antariksa Amerika Serikat ini pada hari Kamis (9/6/2022) mengumumkan penelitian baru yang akan merekrut ilmuwan-ilmuwan terkemuka untuk memeriksa fenomena udara tak dikenal (unidentified aerial phenomena) atau UAP.

Proyek ini akan dimulai awal musim gugur ini dan berlangsung sekitar sembilan bulan, dengan fokus pada mengidentifikasi data yang tersedia, bagaimana mengumpulkan lebih banyak data di masa depan, dan bagaimana NASA dapat menganalisis temuan tersebut untuk mencoba masuk pada pemahaman ilmiah, seperti dikutip dari France 24, Sabtu (11/6/2022).

"Selama beberapa dekade, NASA telah menjawab seruan untuk menangani sejumlah misteri paling membingungkan yang kita ketahui, dan ini tidak berbeda," kata Daniel Evans, ilmuwan NASA yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan penelitian tersebut.

Ini adalah pertama kalinya NASA menyelidiki fenomena yang tidak dapat dijelaskan di langit Bumi. Dengan akses ke berbagai alat ilmiah, keberadaan NASA tidak hanya untuk mengungkap UFO dan memperdalam pemahaman ilmiah, tetapi juga untuk menemukan cara mengurangi fenomena tersebut, dengan bagian penting dari misinya untuk memastikan keselamatan pesawat, menurut kepala ilmuwan NASA, Thomas Zurbuchen.

Pengumuman itu muncul saat bidang studi UFO, yang dulunya merupakan penelitian yang dikucilkan, kini mendapatkan daya tarik yang lebih banyak.

Bulan lalu, Kongres Amerika Serikat mengadakan dengar pendapat publik tentang UFO, sementara laporan intelijen AS tahun lalu membuat katalog 144 penampakan yang menurut mereka tidak dapat dijelaskan. Laporan itu tidak mengesampingkan kemungkinan berasal dari alien.

Penelitian NASA ini akan bekerja secara independen dari Grup Sinkronisasi Identifikasi dan Manajemen Objek Lintas Udara Pentagon, tetapi badan antariksa itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah berkoordinasi secara luas di seluruh pemerintah mengenai bagaimana menerapkan alat-alat sains mereka.

Kurangnya jumlah pengamatan UFO menyulitkan komunitas ilmiah saat ini untuk menarik kesimpulan.

Oleh karena itu, menurut astrofisikawan David Spergel, yang akan memimpin penelitian tersebut, tugas pertama kelompoknya adalah mengidentifikasi data-data di luar sana dari sumber-sumber yang ada, termasuk dari warga sipil, pemerintah, organisasi nirlaba, dan perusahaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar