Bahan Baru Penangkap Polutan Beracun dari Udara

Bahan penangkap bahan kimia beracun di udara yang telah dibuat, dinamai BUT-55. (Foto: University of Limerick)

KBRN, Limerick: Para peneliti di University of Limerick, Irlandia telah mengembangkan bahan baru yang memiliki kemampuan menangkap bahan kimia beracun dari udara, dinamai BUT-55.

Bahan tersebut mampu menangkap sejumlah kecil benzena, yang merupakan polutan beracun, dari udara dan yang terpenting lebih sedikit menggunakan energi daripada bahan yang sudah ada selama ini, menurut para peneliti.

Profesor Michael Zaworotko, Ketua Bernal dari Crystal Engineering and Science Foundation Ireland Research Professor di Bernal Institute University of Limerick, dan rekannya mengembangkan materi baru, dan temuannya dilaporkan dalam jurnal Nature Materials.

"Satu bahan berpori yang serumpun - seperti spons - telah dikembangkan untuk menangkap uap benzena dari udara yang tercemar dan menghasilkan aliran udara bersih untuk waktu yang lama," jelas Profesor Zaworotko.

"Bahan-bahan ini dapat diregenerasi dengan mudah di bawah pemanasan ringan, menjadikannya kandidat pemurnian udara dan perbaikan lingkungan," katanya, seperti dikutip dari University of Limerick, Kamis (19/5/2022).

"Material kami dapat melakukan jauh lebih baik dalam hal sensitivitas dan waktu kerja daripada bahan tradisional."

Profesor Zaworotko dan Dr Xiang-Jing Kong dari Departemen Ilmu Kimia di UL, bersama dengan rekan-rekan dari universitas terkemuka di Cina, mengembangkan bahan berpori baru yang memiliki afinitas kuat terhadap benzena sehingga dapat menangkap bahan kimia beracun bahkan ketika hanya ada 1 bagian dalam 100.000.

Bahan ini menyerupai keju Swiss karena penuh dengan lubang dan lubang inilah yang menarik molekul benzena, menurut para peneliti.

Dalam hal energi, karena proses penangkapan didasarkan pada ikatan fisik daripada ikatan kimia, jejak energi penangkapan dan pelepasan jauh lebih rendah daripada bahan generasi sebelumnya.

"Penelitian ini membuka kemungkinan untuk merancang bahan berpori untuk pemisahan bahan kimia ini secara efisien dengan input energi rendah serta menghilangkan jejak polutan lainnya dari udara."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar