Korea Utara Mengalami Serangan Peretas

Ilustrasi peretasan internet. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Korea Utara mengalami gangguan internet selama enam jam, pada Rabu (26/1/2022) pagi waktu setempat.

Itu, sehari setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal yang kelima. Matinya internet diduga akibat serangan peretas atau hacker.

Junade Ali, seorang Peneliti keamanan siber di Inggris yang memantau berbagai web dan server email Korea Utara mengatakan, pada puncak serangan, semua lalu lintas ke dan dari Korea Utara dihentikan.

“Ketika seseorang mencoba terhubung ke alamat IP di Korea Utara, internet tidak dapat merutekan data ke negara itu,” kata Ali dilansiri dari laman Reuters, Kamis (27/1/2022).

Beberapa jam kemudian, server menangani email dapat diakses.

Namun, beberapa server web individu dari institusi seperti maskapai Air Koryo, Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dan Naenara--portal resmi pemerintah Korea Utara, masih terhenti.

Akses internet sangat terbatas di Korea Utara. Tidak diketahui berapa banyak orang di sana memiliki akses langsung ke internet global.

Diperkirakan, angkanya hanya satu persen dari total penduduk Korea Utara yang mencapai 25 juta jiwa.

NK Pro yang berbasis di Seoul, sebuah situs berita yang memantau Korea Utara, melaporkan bahwa file log dan catatan jaringan menunjukkan situs web di domain web Korea Utara sebagian besar tidak dapat dijangkau.

Penyebabnya adalah sistem nama domain (DNS) Korea Utara berhenti mengomunikasikan rute yang harus diambil oleh paket data.

Menurut Ali, sifat simultan dari pemadaman server menunjukkan serangan DDoS, ketika peretas mencoba membanjiri jaringan dengan volume lalu lintas data yang luar biasa tinggi untuk melumpuhkannya.

“Satu server offline untuk beberapa periode waktu adalah hal biasa. Namun insiden ini membuat semua properti web offline secara bersamaan. Ini tidak umum," kata Ali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar