Robot Genggam Kirigami Mampu Mengangkat Kuning Telur

(North Carolina State University)

KBRN, North Carolina: Peneliti rekayasa dari North Carolina State University mendemonstrasikan robot penggeggam tipe dari fleksibel yang mampu mengangkat kuning telur lunak tanpa merusaknya, dan cukup tepat mengangkat rambut manusia. Karya ini memiliki aplikasi bagi robotika lunak dan teknologi biomedis.

Karya ini mengacu pada seni kirigami, yang melibatkan pemotongan dan pelipatan lembaran material dua dimensi (2D) untuk membentuk bentuk tiga dimensi (3D). Secara khusus, para peneliti telah mengembangkan teknik baru yang melibatkan penggunaan kirigami untuk mengubah lembaran 2D menjadi struktur 3D melengkung dengan memotong celah paralel di sebagian besar materi. Bentuk akhir dari struktur 3D sebagian besar ditentukan oleh batas luar material. Misalnya, bahan 2D yang memiliki batas melingkar akan membentuk bentuk bola 3D.

"Kami telah mendefinisikan dan mendemonstrasikan model yang memungkinkan pengguna bekerja mundur," kata Yaoye Hong, penulis pertama makalah tentang pekerjaan dan gelar Ph.D. mahasiswa di NC State. "Jika pengguna mengetahui struktur 3D melengkung seperti apa yang mereka butuhkan, mereka dapat menggunakan pendekatan kami untuk menentukan bentuk batas dan pola celah yang mereka perlukan untuk digunakan dalam material 2D. Dan kontrol tambahan pada struktur akhir dimungkinkan dengan mengontrol arah ke mana material didorong atau ditarik."

"Teknik kami sedikit lebih sederhana daripada teknik sebelumnya untuk mengubah bahan 2D menjadi struktur 3D melengkung, dan memungkinkan desainer membuat berbagai macam struktur khusus dari bahan 2D," kata Jie Yin, penulis makalah dan profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di NC State.

Para peneliti mendemonstrasikan kegunaan teknik mereka dengan menciptakan penggenggam yang mampu meraih dan mengangkat benda mulai dari kuning telur hingga rambut manusia.

"Kami telah menunjukkan bahwa teknik kami dapat digunakan untuk membuat alat yang mampu menangkap dan memindahkan objek yang sangat rapuh sekalipun," kata Yin, seperti dikutip dari North Carolina State University, Kamis (27/1/2022).

"Pegangan konvensional menggenggam objek dengan kuat—mereka mengambil sesuatu dengan menekannya," kata Yin. "Itu bisa menimbulkan masalah saat mencoba menggenggam benda rapuh, seperti kuning telur. Tapi penggenggam kami pada dasarnya mengelilingi sebuah benda dan kemudian mengangkatnya—mirip dengan cara kita menangkupkan tangan di sekitar benda. Ini memungkinkan kita untuk 'mencengkeram' dan menggerakkan bahkan benda-benda halus, tanpa mengorbankan presisi."

Namun, para peneliti mencatat bahwa ada sejumlah aplikasi potensial lainnya, seperti menggunakan teknik untuk merancang teknologi biomedis yang sesuai dengan bentuk sendi—seperti lutut manusia.

"Pikirkan perban pintar atau perangkat pemantau yang mampu menekuk dan bergerak dengan lutut atau siku Anda," kata Yin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar