Jaringan Telekomunikasi 5G Indonesia Dipastikan Aman

Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi memastikan, spektrum frekuensi radio untuk jaringan telekomunikasi 5G di Indonesia aman dan tidak menganggu spektrum frekuensi keselamatan penerbangan. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat melakukan pembatasan sementara penggelaran jaringan 5G di Amerika Serikat yang menggunakan pita frekuensi 3,7 GHz, khususnya di area sekitar bandara pada Rabu (19/1/2022).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi memastikan, spektrum frekuensi radio untuk jaringan telekomunikasi 5G di Indonesia aman dan tidak menganggu spektrum frekuensi keselamatan penerbangan.

“Pertama itu harus dipahami untuk konteks Indonesia. Di Indonesia sendiri layanan 5G saat ini telah beroperasi secara komersial oleh tiga operator, Telkomsel, Indosat XL, menggunakan dua pita frekuensi existing ya 1800 Mhz dan 2,3 GHz,” ungkap Dedy Permadi ketika ditemui RRI.co.id di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (20/01/2022).

Kondisi itupun merujuk pada kondisi pengaturan frekuensi 5G di Amerika Serikat yang berbeda dengan yang diaplikasikan di Indonesia.

“Case yang terjadi di Amerika Serikat konteksnya adalah untuk jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz, tepatnya pada rentang 3,7 sampai 3,98 GHz. Sistem yang dikawatirkan terganggu adalah sistem radio altimeter namanya yang bekerja pada pita frekuensi 4,2 sampai 4,43 GHz. Sistem radio altimeter ini merupakan sistem keselamatan utama dan penting dalam pengoperasian pesawat udara, guna menentukan ketinggian posisi pesawat udara terbang di atas tanah,” papar Jubir Kominfo.

Menurut Dedy saat ini Kementerian Kominfo melakukan farming dan refarming spektrum frekuensi radio, agar pemanfaatan pita frekuensi radio berlangsung optimal. 

“Adapun untuk pita frekuensi baru yang sedang prosss farming dan refarming guna memberikan tambahan bandwidth dan variasi layanan 5G sehingga berkualitas dan optimal untuk masyarakat, antara lain yang low band itu di pita frekuensi 700 Mhz, Middle Band di pita frekuensi 310 GHz dan 2,6 GHz dan High Band nya di pita frekuensi 26 GHz dan 28 GHz,” terangnya.

Juru Bicara Kominfo menegaskan Indonesia sendiri tidak memiliki rencana untuk menggunakan pita frekuensi 3,7 GHz untuk jaringan 5G.

“Dalam rangka implementasi 5G pemerintah dalam hal ini Kominfo, tetap berkomitmen untuk menggunakan pita frekuensi 3,7 sampai 4,23 GHz guna keperluan komunikasi satelit. Adapun 5G direncanakan akan memanfaatkan pita frekuensi yang lebih rendah yaitu pita 3,5Ghz yang berada pada rentang 3,4 sampai 3,63 Ghz,” pungkas Dedy Permadi.

Sebelumnya, akibat terganggu layanan sinyal komunikasi 5G, 300 penerbangan dari luar atau kedalam Amerika dibatalkan per Rabu (19/01/2022) waktu setempat.

Soal potensi masalah teknis tersebut telah diperingatkan langsung oleh Administrasi Penerbangan Federal AS.

Hal tersebut juga dikarenakan Perusahaan Verizon dan AT&T tengah memasang layanan nirkabel berkecepatan tinggi untuk teknologi 5G baru. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar