FOKUS: #PPKM

Inggris Latih Coding 200 Perempuan Indonesia

UK-Indonesia Tech HUB dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta meluncurkan program “CodeHer”, Selasa (18/01/2022). Pada tahap program coding itu menyasar sebanyak 200 perempuan berusia 15 – 22 tahun. Rachmalia Nikijuluw selaku Direktur UK-Indonesia Tech HUB menyatakan, “CodeHer” diharapkan mampu mendorong para peserta yang seluruhnya merupakan kaum perempuan, untuk menyukai bidang teknologi. (Retno Mandasari/SS/RRI)

KBRN, Jakarta: UK-Indonesia Tech HUB dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta meluncurkan program “CodeHer”, Selasa (18/01/2022).

Pada tahap pertama program coding itu menyasar sebanyak 200 perempuan berusia 15 – 22 tahun.

Rachmalia Nikijuluw selaku Direktur UK-Indonesia Tech HUB menyatakan, “CodeHer” diharapkan mampu mendorong para peserta yang seluruhnya merupakan kaum perempuan, untuk menyukai bidang teknologi.

“Dibuka program CodeHer ini untuk sekitar 200 perempuan yang masih belajar maupun yang sudah selesai sekolah dari umur 15 – 22 tahun. Program tersebut memang fokus untuk membantu melengkapi pengetahuan dan keterampilan teman-teman dalam koding maupun pengolahan data. Sehingga, bisa mengerti bagaimana bisa bekerja di sektor teknologi,” ucap Rachmalia Nikijuluw saat peluncuran “CodeHer” secara daring yang diikuti RRI.co.id.

Selain itu, Rachmalia menjelaskan, program “CodeHer” turut mendukung kemampuan serta keterampilan peserta terkait koding, untuk bisa bekerja di sektor teknologi di masa depan.

“Di sini kami mendorong lebih banyak anak perempuan untuk menemukan gairah di bidang teknologi, begitu mereka diberi akses untuk belajar dan juga memahami bagaimana mereka dapat juga meningkatkan kapasitas mereka di area tersebut. Juga tidak perlu menakuti mungkin challenges yang akan mereka hadapi saat mereka dapat bekerja di area atau sektor teknologi in the future,” tambahnya,.

Wakil Duta Besar Inggris di Jakarta Rob Fenn mengatakan, pihaknya mengharapkan para peserta akan menerima pelatihan dalam pola pikir keterampulan digital menjadi aman dan terlindungi secara online.

“Saya berharap 200 perempuan muda Indonesia yang mengikuti pelatihan “CodeHer” ini akan menerima pelatihan dalam pola pikir keterampilan digital menjadi aman dan terlindungi secara online, mempelajari budaya kerja digital dan karir di sektor digital,” ungkap Rob Fenn.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Suharti, memberikan apresiasi atas peluncuran “CodeHer” terutama dalam mendukung mempersiapkan keterampilan fundamental dalam literasi digital untuk kalangan perempuan.

“Kami sangat bahagia (untuk program CodeHer) dimana banyak aktor akan terlibat untuk peningkatan pendidikan teknologi dari para perempuan Indonesia. Khususnya, dalam membantu mereka dalam mempelajari lebih untuk memahami masa depan guna menyiapkan keterampilan fundamendal dalam literasi digital,” ujar Suharti.

Melalui program “CodeHer” 200 peserta perempuan tersebut akan menerima pelatihan dalam pola pikir dan keterampilan digital, menjadi aman dan terlindungi secara online, budaya kerja digital dan karier digital.

Bootcamp di Padang Pariaman dan Surabaya akan mengajarkan modul khusus seperti keterampilan pemrosesan data, coding dengan Python, desain UI/UX dasar, dan pemasaran digital.

Program ini juga menargetkan komunitas yang kurang terwakili, termasuk mereka yang tinggal di luar Jawa.

Sehingga, lebih banyak orang Indonesia yang dapat berpartisipasi dalam revolusi digital.

Program ini akan memperluas koneksi peserta di industri teknologi, dan membuka peluang untuk pelatihan lebih lanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar