Metode Ini Membuat Kinerja Komputer Meniru Otak

(University of Gothenburg)

KBRN, Gothenburg: Peneliti telah lama berusaha mengembangkan komputer agar bekerja seefisien seperti energi otak kita. Sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti di University of Gothenburg, untuk pertama kalinya berhasil menggabungkan fungsi memori dengan fungsi kalkulasi dalam komponen yang sama. 

Penemuan ini membuka jalan bagi teknologi yang lebih efisien, mulai dari ponsel hingga mobil yang dapat mengemudi sendiri.

"Menemukan cara baru untuk melakukan perhitungan yang menyerupai proses hemat energi otak telah menjadi tujuan utama penelitian selama beberapa dekade. Tugas kognitif, seperti pengenalan gambar dan suara, memerlukan daya komputer yang signifikan, dan aplikasi seluler, khususnya, seperti ponsel, drone dan satelit, membutuhkan solusi hemat energi," kata Johan kerman, profesor spintronics terapan di University of Gothenburg.

Bekerja dengan tim peneliti di Universitas Tohoko, Akerman memimpin penelitian yang sekarang telah mengambil langkah maju yang penting dalam mencapai tujuan ini. Dalam studi yang sekarang diterbitkan dalam jurnal Nature Materials, para peneliti untuk pertama kalinya berhasil dalam menghubungkan dua alat utama untuk perhitungan lanjutan: jaringan osilator dan memristor.

Akerman menggambarkan osilator sebagai sirkuit berosilasi yang dapat melakukan perhitungan dan sebanding dengan sel saraf manusia. Memristor adalah resistor yang dapat diprogram yang juga dapat melakukan perhitungan dan memiliki memori terintegrasi. Hal ini membuat mereka sebanding dengan sel-sel memori. Mengintegrasikan keduanya adalah kemajuan besar para peneliti.

"Ini adalah terobosan penting karena kami menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk menggabungkan fungsi memori dengan fungsi penghitungan dalam komponen yang sama. Komponen-komponen ini bekerja lebih seperti jaringan saraf hemat energi otak, memungkinkan mereka menjadi blok bangunan penting di masa depan, lebih banyak komputer seperti otak," jelasnya, seperti dikutip dari University of Gothenburg, Rabu (1/12/2021).

Menurut Johan Akerman, penemuan ini akan memungkinkan teknologi yang lebih cepat, lebih mudah digunakan, dan hemat energi di banyak bidang. Dia merasa bahwa itu adalah keuntungan besar bahwa tim peneliti telah berhasil memproduksi komponen dalam jejak yang sangat kecil: ratusan komponen masuk ke dalam area yang setara dengan satu bakteri. Ini bisa menjadi sangat penting dalam aplikasi yang lebih kecil seperti ponsel.

"Perhitungan yang lebih hemat energi dapat menghasilkan fungsionalitas baru di ponsel. Contohnya adalah asisten digital seperti Siri atau Google. Saat ini, semua pemrosesan dilakukan server karena kalkulasi membutuhkan terlalu banyak energi untuk ukuran ponsel yang kecil. Jika kalkulasi bisa dilakukan secara lokal, di telepon yang sebenarnya, mereka bisa dilakukan lebih cepat dan lebih mudah tanpa perlu terhubung ke server."

Dia mencatat mobil pintar dan drone sebagai contoh lain di mana perhitungan yang lebih hemat energi dapat mendorong perkembangan.

"Semakin kalkulasi kognitif hemat energi dapat dilakukan, semakin banyak aplikasi yang menjadi mungkin (digunakan). Itu sebabnya penelitian kami benar-benar memiliki potensi untuk memajukan bidang ini."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar