3-4 Tahun Lagi Indonesia Dipastikan Produksi Mobil Listrik

Presiden Jokowi dalam rapat koordinasi nasional dan anugerah layanan investasi 2021 (Foto:BPMI)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Wiodo (Jokowi) menargetkan dalam tiga sampai empat tahun ke depan,  Indonesia akan mampu memproduksi mobil listrik, yang merupakan hasil dari integrasi industri di dalam negeri.

Ia mengungkapkan saat ini pemerintah mulai menghentikan ekspor material mentah, seperti bijih nikel agar dapat diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di Indonesia.

Tak hanya itu, lanjut Jokowi, ke depan, pemerintah juga akan melarang bauksit, tembaga, dan timah dengan tujuan membangun industri yang menghasilkan nilai tambah. Nantinya, harapan Jokowi, Indonesia bakal mampu memproduksi baterai lithium hingga mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan.

"Di sini ada tembaga, nikel, besi baja, mengintegrasikan baterai lithium dijadikan lagi mobil listrik, nilai tambah bisa berlipat-lipat. Itu yang belum dilakukan dan itu akan kejadian insyaallah di 3-4 tahun lagi," kata Jokowi dalam rapat koordinasi nasional dan anugerah layanan investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Diakui Jokowi, pemerintah memang harus tegas melarang ekspor sumber daya alam (SDA) mentah ke luar negeri guna memaksa hilirisasi di Indonesia. Pasalnya, dengan menjual barang jadi atau setengah jadi, maka nilai tambah yang dihasilkan dapat berkali-kali lipat.

Tak hanya itu, selain menekan neraca perdagangan, Jokowi menyebut pemerintah juga bisa mendapat pendapatan tambahan dari royalti, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), bea keluar, hingga PPN.

Ia mencontohkan untuk komoditas timah, nilai ekspor 4 tahun lalu hanya US$1,1 miliar. Sedangkan pada tahun ini ia targetkan ekspor timah bisa menembus US$20 miliar karena sudah mengekspor dalam bentuk jadi atau setengah jadi.

"Dari kira-kira Rp15 triliun jadi Rp280 triliun, itu yang namanya nilai tambah di situ," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00