Begini Pembaruan Tabel Periodik Kimia, Unsur-unsurnya Disorot

(European Chemical Society)

KBRN, St Andrews: Tabel Periodik Unsur Langka keluaran European Chemical Society telah diperbarui yang mencerminkan pentingnya karbon dan dikeluarkan bersamaan dengan pertemuan pemimpin dunia di Glasgow untuk mengatasi perubahan iklim.

Tabel ini, yang mengatur semua unsur kimia yang ditemukan di alam yang memungkinkan para ilmuwan dengan cepat merujuk ke sifat-sifat elemen seperti massa atom dan simbol kimianya, adalah sumber utama dan bahan ajar utama di kelas-kelas kimia.

European Chemical Society (EuChemS) merilis versi terbaru Tabel Periodik populer ini, yang pertama kali dipublikasikan untuk Tahun Tabel Periodik Internasional pada tahun 2019.

Untuk pertama kalinya, versi tersebut menyoroti ketersediaan dan kerentanan elemen dan dibuat oleh gugus tugas yang diketuai mantan Presiden Masyarakat, Profesor Kimia Universitas St Andrews, David Cole-Hamilton.

Versi terbaru yang dirilis Rabu (3/11/2021) secara grafis menyoroti masalah karbon di dunia sekarang. Yang biasanya berwarna hijau, fitur karbon di tabel baru ini kini diwarnai dengan tiga warna: hijau, merah dan abu-abu yang masing-masing mewakili atribut karbon yang terpisah.

Hijau mewakili kelimpahan karbon dalam bentuk karbon dioksida, batuan karbonat dan vegetasi; merah menunjukkan bahwa kelimpahan ini akan menyebabkan masalah serius jika tidak ada yang dilakukan untuk membatasi penggunaannya; dan abu-abu mencerminkan fakta bahwa sumber daya karbon, terutama minyak, dapat berasal dari sumber konflik seperti dari negara-negara yang berperang memperebutkan ladang minyak atau di mana pendapatan minyak digunakan untuk berperang.

Profesor David Cole-Hamilton berkata, "Versi terbaru dari Tabel Periodik ini secara grafis menyoroti masalah karbon di dunia kita sekarang."

"Jika kita berperilaku bertanggung jawab dengan memotong ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dan tidak pernah menggunakannya dari sumber konflik, kita dapat menyelamatkan planet kita yang indah dan beragam dan mengembalikan karbon ke warna hijau yang seharusnya," katanya, seperti dikutip dari University of St Andrews, Rabu (10/11/2021).

Siklus karbon menyeimbangkan fotosintesis, dimana tanaman tumbuh mengambil karbon dioksida (CO2), dengan respirasi (bernapas) dimana manusia dan semua flora dan fauna hidup dan memberikan CO2.

Selama ribuan tahun kedua proses ini, ditambah dengan penyerapan dan pelepasan CO2 oleh lautan, dalam kondisi seimbang, membenarkan pelabelan warna hijau ramah yang diberikan pada karbon dalam Tabel Periodik 2019.

Pembakaran bahan bakar berbasis karbon (batubara, minyak, gas) memompa begitu banyak CO2 ekstra ke udara sehingga fotosintesis dan lautan tidak dapat mengikutinya. 

Ini menyebabkan peningkatan CO2 yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Hal yang selanjutnya yang terjadi akan menyebabkan gangguan parah pada semua bentuk kehidupan di planet ini dalam waktu kurang dari 100 tahun jika kita tidak melakukan apa-apa, yang membuat warna unsur ini dilabeli merah.

Warna abu-abu muncul karena, meskipun sebagian besar ekstraksi batu bara, minyak dan gas tidak ternoda oleh konflik, hasil dari beberapa penjualan minyak digunakan untuk mendanai perang.

Presiden EuChemS, Profesor Floris Rutjes, mengatakan, "Dengan dirilisnya versi terbaru dari Tabel Periodik EuChemS, European Chemical Society bertujuan terus menarik perhatian pada kelangkaan unsur, yang merupakan masalah global yang memengaruhi kita semua."

"Perubahan warna karbon, khususnya, menunjukkan meningkatnya tantangan yang kita hadapi dengan produksi gas rumah kaca, yang masih jauh dari penyelesaian."

Profesor Nicola Armaroli, Ketua Gugus Tugas EuChemS pada Tabel Periodik dan anggota Dewan Eksekutif, mengatakan, "Karbon yang melimpah adalah bahan kimia utama kehidupan di Bumi, tetapi peradaban kita yang haus energi telah membuatnya menjadi masalah lingkungan dan geopolitik yang rumit."

"Versi terbaru dari Tabel Periodik EuChemS menggambarkan kompleksitas elemen unik yang akan menentukan cara kita menghadapi tantangan keberlanjutan yang dibahas di COP26 di Glasgow."

Versi terbaru dari Tabel Periodik dapat diunduh dari situs web EuChemS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00