Satelit Nano Indonesia Dijadwalkan Meluncur April 2022

KBRN, Jakarta : Indonesia berencana akan meluncurkan satelit berukuran kecil atau satelit nano pada April 2022 di Jepang. Kondisi satelit nano sekarang sedang memasuki tahap akhir pengembangan. 

"Anak-anak muda ini sebetulnya yang jadi tulang punggung dari pembuatan satelit Indonesia ini. Saya hanya ingin melaporkan mereka harus mengirimkan satelit itu pada bulan Desember ke Jepang, dan akan diluncurkan pada bulan April 2022. Kondisi satelit sekarang dalam final testing," kata Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso dalam konferensi pers yang berlansung di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Senin (25/10/2021). 

Perlu diketahui, satelit nano ini merupakan pengembangan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dana dosen di Surya University dalam proyek bernama SS1 selama kurang lebih 6 tahun. 

Ketua Proyek SS1, Setra Yoman, dalam acara yang sama menjelaskan satelit nano ini berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x10 centimeter. Setra mengatakan, satelit nano biasanya digunakan sebagai alat observasi atau aksesibilitas. 

"Dibandingkan satelit yang lainnya, satelit ini (nano) sangat affordable (terjangkau) dan ini sederhana, juga simple," ujar Setra. 

Karena ukurannya yang kecil, satelit nano menjadi lebih murah dan mudah diluncurkan. Selain membeberkan kelebihan satelit nano, Setra juga mengungkapkan kekurangan dari satelit ini. "Memang karna ukurannya kecil pasti kapasitasnya tidak sekuat satelit yang besar ya," tambahnya. 

Di samping itu, kekurangan satelit ini juga tidak bisa mengambil gambar dengan resolusi tinggi," lanjut Setra. 

Hal itu dikarenakan, untuk bisa melakuakn pengambilan gambar dari satelit dengan resolusi tinggi, secara fisika membutuhkan lensa dengan ukuran besar. Sementara dalam hal ini, ruang satelit nano tidak mencukupi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00