Indonesia Butuh Kapasitas Satelit 1TB pada 2030

istimewa

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia terus memperluas akses jaringan internet di seluruh wilayah tanah air. Tak terkecuali di wilayah 3T (Terdepan, terpencil, dan tertinggal). Demi mengentaskan disparitas digital, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate akan terus mendorong dan mendukung penuh riset serta pengembangan inovasi teknologi satelit nano buatan anak bangsa. 

Menkominfo mengatakan, dalam peta jalan (roadmap) wilayah Indonesia masih banyak membutuhkan kapasitas satelit. Kominfo melihat riset dan pengembangan teknologi satelit perlu terus didukung karena Indonesia membutuhkan satelit terutama untuk komunikasi. 

"Hingga tahun 2030 mendatang, diproyeksikan Indonesia membutuhkan kapasitas satelit sekitar 1 TB per seconds (detik)," ujaIndor Menkominfo dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini, Senin (25/10/2021). 

Kapasitas tersebut dibutuhkan untuk menghadirkan kecepatan internet 10-20 MB per detik. Namun, saat Indonesia baru memiliki 50 GB per detik dengan memanfaatkan sembilan satelit, yang terdiri dari lima satelit telekomunikasi nasional dan menyewa empat satelit asing. 

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia sedang membangun satelit multifungsi SATRIA-1, berkapasitas 150GB per detik yang diperkirakan bisa beroperasi komersial pada kuartal keempat 2023. Kapasitas jaringan itu rencananya akan digunakan untuk sekitar 150.000 layanan publik di seluruh Indonesia.   

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Indonesia masih membutuhkan satelit-satelit backup untuk satelit SATRIA-1, setidaknya setengah dari total kapasitasnya yakni 75-80GB per detik. 

"Nah, ini tambahan kapasitasnya adalah dalam rangka untuk membesarkan kapasitas dan kecepatan (internet)-nya," tambah Johnny. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00