Distribusikan Mobil SMFR, Jaga Komunikasi Aspek Cuaca

Kominfo mendistribusikan Mobil SMFR untuk menjaga radio di seluruh wilayah tanah air (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memperkenalkan Mobil Sistem Monitoring Spektrum Frekuensi (SMFR) untuk memonitoring dan penanganan gangguan frekuensi radio secara bergerak. Mobil SMFR ini pengembangan dalam negeri yang diharapkan untuk dapat digunakan dan dirawat dengan baik oleh putra-putri bangsa. 

Selain itu, Kominfo mendistribusikan mobil SMFR ini ke 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Balai Monitoring Kominfo di seluruh tanah air. Yang nantinya berdampak besar bagi BMKG, BNPB, pertelivisian, radio, penerbangan hingga kegiatan pertahanan dan keamanan.

“Sedangkan SMFR yang baru adalah produksi dan asemblii lokal termasuk tkbn sekitar 35% di dalamnya dengan teknologi yang lebih canggih dengan produksi dalam negeri,” ujar Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, di Kemkominfo, Jakarta, Senin (18/10/2021).

“Maka tentu kita harpakkan perlatan ini dapat mudah dipeorasikan dan dengan mudah dirawat sehingga optimasi dan opimaslisasi penggnananya dapat berlangsug dengan baik,” imbuh Johnny.

Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail mengatakan, mobil ini sebagai tools atau sarana pendukung penggunaan spektrum frekuensi yang dapat kapan saja timbul gangguan dari penggunaan ilegal atau pengguna yang tidak menggunakan perangkat dengan benar dan sesuai perizinannya.

"Spektrum frekuensi radio yang digunakan oleh masyarakat dan operator itu harus sesuai dengan peruntukannya dan tertib dalam pemanfaatnya," ujar Ismail saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021).

Di sinilah fungsi Kominfo yakni melakukan monitor dan pengawasan, bahkan melakukan penindakan bagi para pengguna frekuensi nakal yang tidak sesuai dengan perizinan. Lebih lanjut, kata Ismail, sistem yang mereka siapkan ini adalah sistem terbaru yang bisa meng-cover sampai layanan 5G. Jadi nanti seluruh layanan perangkat 5G atau network 5G yang menggunakan spektrum frekuensi itu akan dimonitor dan dijaga agar tidak menurunkan kualitas layanan pada masyarakat.

Monitor yang dilakukan akan berjalan selama 24x7, artinya tidak pernah berhenti dan akan terus berjalan. Karena banyak aspek krusial seperti penerbangan yang menggunakan frekuensi radio untuk berkomunikasi dan kontrol sebagainya.

"Itu kami selalu jaga terus agar tidak menimbulkan gangguan dan membahayakan keselamatan jiwa manusia. juga di aspek-aspek masalah kebencanaan yang banyak menggunakan spektrum frekuensi radio. Jadi kita sepanjang tahunan akan terus melakukan monitoring ini," tuturnya.

Lantas soal para pelanggar yang tertangkap menggunakan spektrum secara ilegal, Ismail menyebut akan ditindak sesuai dengan Undang-Undang Telekomunikasi dan Undang-Undang Cipta Kerja beserta turunannya yang terdiri dari beberapa level, tergantung jenis pelanggarannya. Ada pelanggaran yang ringan sedang dan berat. Dan ada aspek sanksi pidana bagi penyelenggara pelanggaran berat.

"Kami memiliki PPNS dan bersama dengan korwas Polri melakukan penyelidikan dan kemudian penuntutan dari teman-teman kejaksaan," ungkap Ismail.

Keempat mobil ini akan dikirim ke Surabaya, Kendari, Palu, dan Mamuju. Mobil ini sebagai pelengkap perangkat yang sudah ada di 34 provinsi di Indonesia. Unit baru ini merupakan upgrade dari yang sebelumnya. Adapun upgrade yang ada di bagian sistemnya.

"Nanti akan merambah ke semuanya (provinsi). Karena ini sistemnya yang terbaru, lebih canggih dalam konteks menemu kenali gangguan itu dan tadi termasuk 5G dan TV digital," terang Ismail.

Dengan beroperasinya mobil ini, setidaknya operator seluler yang membayar biaya hak penggunaan spektrum frekuensi dapat menggunakannya dengan nyaman dan efisien. Dan tentu ini akan mempercepat proses penggelaran infrastruktur 5G di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00