Cegah Kebocoran Data, Tim CSIRT Dinilai Penting

dok. The Conversations

KBRN, Jakarta: Pakar Keamanan Siber Pratama Persada mengungkapkan pentingnya Tim Respons Insiden Keamanan Komputer (CSIRT) dalam suatu lembaga negara. Ia menilai kejadian seperti kebocoran data dalam suatu lembaga tidak boleh dibiarkan berlarut, apa lagi hal itu terjadi pada lembaga pemerintah. 

Pratama menjelaskan, tim CSIRT merupakan sebuah tim atau divisi atau badan khusus yang bertugas melakukan mitigasi saat ada peretasan maupun kebocoran data di dalam suatu lembaga negara. 

“CSIRT melakukan tugas monitoring, menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Tim ini dibentuk dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada sebuah organisasi,” jelas Pratama dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Untuk mengatahui lebih jauh, Pratama membeberkan tujuh fungsi utama dari tim CSIRT :

1. Defence, melindungi infrastruktur kritis;

2. Monitoring, menganalisis anomali dengan berbagai pola terdefinisi dan pola tak terdefinisi;

3. Intercepting, yakni mengumpulkan konten spesifik atau disebut targeted content;

4. Surveillance, mengamati dan menganalisis aktivitas yang dicurigai dan informasi yang berubah dalam sistem;

5. Mitigating, mengendalikan kerusakan dan menjaga ketersediaan serta kemampuan layanan tersebut;

6. Remediation, membuat solusi untuk mencegah kegiatan yang berulang ulang dan mempengaruhi sistem; dan 

7. Offensive, upaya pencegahan atau perlawanan dengan menyerang balik seperti Cyber Army serta kemampuan untuk menembus sistem keamanan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00