Cumi-cumi Raksasa Muncul Tiba-tiba di Depan Ilmuwan

(Tangkap layar Youtube)

KBRN, Laut Merah: Sekelompok peneliti lautan yang tengah menjelajahi Teluk Aqabah dan melakukan pemetaan dalam air di Laut Merah Utara di kawasan Neom, sebelumnya tidak mengira akhirnya harus turun ke dalam air karena menemui sebuah anomali dalam radar pemetaan mereka pada Oktober 2020.

Keputusan tim ilmuwan lautan OceanXplorer akhirnya memutuskan melihat langsung ke dalam air di kawasan yang belum pernah dipetakan ini untuk mengetahui apakah gambar anomali tersebut hanyalah sebuah karang atau bangkai kapal, dengan menggunakan kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) atau robot bawah air.

Anomali tersebut menarik perhatian karena gambar radar yang menunjukkan tonjolan terang memanjang dan berbeda dari lingkungan sekitarnya itu memiliki ukuran panjang 100 meter dan tinggi sekitar 20-30 meter.

Tidak menduga akan menemui hal yang lebih menakjubkan pada pekan kedua aktivitas sains mereka, ROV tersebut menyelam hingga kedalaman sekitar 850 meter di dalam air, dan membuktikan di bawah sana terdampar sebuah kapal karam besar bertuliskan "Pella Aqaba".

Pimpinan Program Sains OceanX Mattie Rodrigue mengatakan kejadian berikutnya saat menelusuri kapal karam melalui layar pantau ROV menjadi hal yang tidak akan pernah dilupakan dalam hidupnya, seperti dikutip dari kanal Youtub OceanX, Minggu (10/10/2021).

"Saat kami tengah memandangi haluan kapal karam ini, tiba-tiba makhluk besar ini masuk dalam penglihatan kami. Melihat ke ROV dan mengelilingi seluruh badan haluan kapal," katanya dengan nada yang terdengar senang.

Seekor cumi-cumi raksasa berukuran sekitar 3-5 meter tiba-tiba muncul pada layar, membuat Mattie dan seluruh kru OceanX terpana sesaat, dan setelahnya baru menyadari bahwa mereka beruntung dapat merekam seekor cumi-cumi raksasa hidup dalam habitatnya.

Dalam video yang diunggah Rabu (6/10/2021) berdurasi 8.32 menit di kanal Youtube OceanX, tampak Mattie terperangah takjub sambil menutupi mulutnya saat memutar ulang rekaman cumi-cumi raksasa tersebut bersama rekan-rekan saintisnya yang juga kagum dengan hasil temuan mereka.

"Kita bahkan tidak sedang mencari ini. Kita mencari kapal karam," ujar salah satu kru. 

Timnya melakukan tiga penyelaman dengan salah satunya berada beberapa kilometer jauhnya dari lokasi pertemuan pertama dengan cumi-cumi raksasa ini, dan mereka berhasil bertemu dengan makhluk indah ini kembali.

Dalam salah satu penyelaman yang direkam di kapal karam, tampak cumi-cumi raksasa tersebut dengan santainya melenggang berenang-renang di dek kapal, berkeliling, seolah-olah kapal tersebut merupakan tempatnya bermain.

Mike Vecchione, seorang pakar hewan dari NOAA Smithsonian, saat mengomentari temuan OceanX mengatakan bahwa cumi-cumi tersebut merupakan jenis cumi-cumi terbang punggung ungu dan memang banyak berada di kawasan Laut Merah Utara.

"Spesies tersebut memiliki struktur populasi yang kompleks di kawasan tersebut di dunia dan itu termasuk bentuknya yang raksasa. Jadi saya tahu, itu adalah bentuk raksasa dari cumi-cumi terbang punggung ungu," jelas Mike saat berbicara dengan OceanX dan diunggah di kanal Youtube di hari yang sama.

Menurutnya, sejumlah nelayan di kawasan tersebut pernah melaporkan adanya cumi-cumi raksasa ini. Bahkan di tahun 1960-an, ia menjelaskan Rusia pernah melaporkan temuan mereka saat melakukan penyelaman di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan cumi-cumi yang ditemukan ini memiliki sejumlah kesamaan dengan jenis cumi-cumi lain pada umumnya, termasuk cara berenang dan memiliki tinta hitam yang dapat disemburkan saat merasakan adanya bahaya atau menghindari predator.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00