Wapres Ma'ruf Bicara Masa Depan IPTEK

KBRN, Jakarta: Era industri 4.0 saat ini, pemerintah mengatakan, supaya sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sekaligus Riset dan Inovasi (RIN).

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin, menyampaikan hal itu karena Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki saat ini. 

"Masa depan dan kemajuan kita tidak boleh lagi bertumpu pada SDA [sumber daya alam], tapi pada SDM yang menguasai IPTEK dan RIN,” ucap Ma'ruf dalam sambutan acara daring di acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, Sabtu (25/9/2021).

Sebagai contoh, Wapres mengemukakan perusahaan Apple yang berhasil mencapai valuasi sebesar USD2 triliun pada Agustus 2020 dengan mengandalkan inovasinya.

Sedangkan perusahaan Saudi Aramco meraih angka tersebut, pada akhir tahun 2019.

Bukan tanpa sebab. Tak lain karena cadangan minyak bumi yang dikelola mereka.

“Dengan harga minyak yang mengalami penurunan, nilai Aramco juga menurun drastis. Sementara, Apple justru bertumbuh pesat sekalipun dunia mengalami krisis parah sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” kata dia.

Wapres mengatakan, SDM yang menguasai IPTEK dan RIN dibutuhkan untuk perkembangan kemajuan negara. Karena itu, Wapres menilai penguasaan IPTEK dan RIN merupakan suatu keniscayaan saat ini.

Apalagi, pandemi Covid-19 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi milenial untuk lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi. Termasuk menghasilkan pemikiran, konsep dan temuan serta cara-cara baru  yang memberikan nilai tambah, manfaat serta maslahat lebih besar dari apa yang telah tersedia saat ini.

Karena itu, ia mendorong UNU Blitar untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk menghasilkan generasi yang unggul dan profesional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), riset dan inovasi (RIN).

"Saya mendorong UNU Blitar untuk terus mengembangkan riset serta meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), lembaga riset, perguruan tinggi lain dan pemerintah," katanya.

Wapres juga meminta UNU Blitar untuk mencetak SDM yang mampu berpikir universal sebagai calon pionir pembaharuan dan pembangunan.

“Saya juga berharap agar UNU Blitar terus berproses untuk menjadi kampus unggulan, terutama dalam bidang akademis, mampu menjadi pionir pembaharuan dan pembangunan, serta mampu melahirkan intelektual yang berpikir universal tanpa tersekat-sekat oleh eksklusivisme yang sempit,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00